Prabowo Bakal Bangun Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah berencana membangun pusat finansial khusus atau special financial center. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam taklimatnya saat rapat kerja (raker) pemerintah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
"Rencana kita mau bikin special financial center. Kita lagi cari tempat," katanya.
Baca Juga
Dikritik Kerap Jalan-Jalan ke Luar Negeri, Prabowo: Untuk Amankan Minyak
Kepala Negara mengatakan, pembentukan pusat finansial khusus ini telah diusulkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam usulannya, Luhut menyarankan pusat finansial khusus itu dibangun di Bali.
"Kalau Pak Luhut sarankan di Bali enggak tahu Pak Luhut seneng banget Bali itu, tetapi kita semua senang Bali," katanya.
Prabowo menilai usulan tersebut makin relevan saat ini untuk menunjukkan iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global. Dikatakan, banyak warga Rusia dan Ukraina yang menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022.
Menurutnya, inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
"Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati," katanya.
Baca Juga
Prabowo menyatakan langkah ini mencerminkan pandangannya krisis global bukan hanya tantangan, tetapi juga menciptakan peluang emas baru. Prabowo melihat gejolak global sebagai momentum bagi Indonesia untuk menghadirkan inisiatif strategis serta mempercepat program prioritas.
"Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti," katanya.

