Peritel dan Penyewa Pusat Belanja Usul Diskon 11% untuk Tarik Wisatawan ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengusulkan diskon belanja hingga 11% untuk menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Dapatkan diskon 11% kalau belanja di Indonesia begitu, nah itu untuk turis,” kata Budihardjo, saat ditemui di Mall Lippo Nusantara, Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Baca Juga
Resmi Diluncurkan, "Diskon Belanja di Indonesia" Targetkan Transaksi Rp 36 Triliun
Langkah ini menjadi penegasan bahwa pelancong mancanegara tidak perlu mendapat pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN). Dia menyebut, pengembalian PPN atau VAT refund bisa diganti dengan pemberian diskon belanja. “Bagaimana pengembalian PPN itu sebagai statement jangan refund tax, tetapi diskon (belanja)” ucap dia.
Selain peritel, Budi juga berharap pelaku UMKM dengan omzet besar bisa memberikan diskon bagi konsumen. Dengan pemberian diskon, diharapkan penjualan dapat terkerek. “Kalau perlu programnya berobat di Indonesia,” kata dia.
Program berobat ini dapat menjadi alternatif karena pasien yang sembuh dari pengobatan biasanya berbelanja dan menggunakan fasilitas hotel di negara itu. “Harapan kami, berobat, berwisata belanja, dan semua itu menjadi satu program dari kita untuk dibantu pemerintah,” ujar dia.
Baca Juga
Transaksi Belanja Offline Naik 3 Kali Lipat di Ramadan, Puncak Transaksi pada Minggu Kedua
Dengan begitu, masyarakat dapat berbelanja di dalam negeri sehingga menghasilkan devisa. Apalagi, pemerintah harus mengupayakan devisa untuk memperkuat perekonomian domestik. “Kita harus mengupayakan devisa tidak terlalu banyak keluar, boleh jalan-jalan keluar, tetapi belanjanya di Indonesia,” kata dia.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, program "Diskon Belanja di Indonesia Aja (BINA)" periode Lebaran pada 14-30 Maret 2025 diikuti 402 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Selain pusat belanja, BINA edisi Lebaran 2025 juga menyasar stasiun dan bandara, serta 80.000 ritel.
Transaksi program ini ditargetkan mencapai Rp 36 triliun. “Targetnya tentu diharapkan bisa mencapai Rp 36,3 triliun,” ucap Airlangga.

