Sinergi Freeport-Uncen Dorong SDM Unggul Papua
Poin Penting
|
JAYAPURA, Investortrust.id - Universitas Cenderawasih (Uncen) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat kolaborasi pendidikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama untuk membangun ekosistem pendidikan inklusif dan berkelanjutan di Papua, yang diharapkan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri, belum lama ini.
Kesepakatan ini diteken oleh Rektor Universitas Cenderawasih Oscar Oswald O. Wambrauw dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas. Penandatanganan berlangsung beriringan dengan kuliah umum yang disampaikan Tony Wenas di Gedung Sains dan Kemitraan Uncen di Jayapura.
Oscar menyatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan industri. “Ini merupakan kelanjutan dari perjalanan kolaborasi panjang yang telah terjalin dengan baik, termasuk momentum bersejarah serah terima Gedung Sains dan Kemitraan Uncen pada Desember 2025 lalu,” ujar Oscar dikutip Selasa (7/4/2026).
Baca Juga
Freeport Sepakati Perpanjangan IUPK hingga Umur Tambang, RI Tambah 12% Saham pada 2041
Ia menambahkan sinergi antara dunia akademik dan industri menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan adaptif. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama kelembagaan, tetapi komitmen untuk membangun masa depan Papua melalui pendidikan.
Tony Wenas dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya keterhubungan antara kebutuhan industri dan output pendidikan. “Freeport membutuhkan dukungan SDM mumpuni untuk menjalankan pertambangan, Uncen akan mempersiapkan sesuai kebutuhan tanpa harus mengorbankan kurikulum yang sudah ada atau standar nasional yang ada,” kata Tony.
Ia menjelaskan hubungan antara PTFI dan Uncen telah terjalin lama melalui berbagai program, mulai penelitian hingga kegiatan pengajaran. Penelitian tersebut mencakup studi mengenai anjing liar khas Papua di area Grasberg, kajian sosial antropologi, hingga penelitian terkait kepemilikan adat suku Amungme.
Tony menambahkan penandatanganan kerja sama ini mencakup beberapa aspek penting. “Dengan bangga dan senang sekali hari ini pertama, kita menandatangani MoU PTFI dengan Uncen yang akan memayungi berbagai kerja sama kita di bidang pengembangan pendidikan, penelitian dan inovasi, peningkatan kapasitas SDM, dan program kolaboratif lainnya,” ujarnya.
Selain itu, PTFI, Uncen, dan Arizona State University juga menandatangani kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan menuju akreditasi yang lebih tinggi. Kerja sama lainnya mencakup program Praktisi Mengajar yang menghadirkan pembelajaran tematik, seminar, pelatihan, serta pendidikan karakter bagi mahasiswa.
Kuliah umum yang disampaikan Tony Wenas mendapat sambutan antusias dari mahasiswa berbagai program studi. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai sejarah perusahaan, operasional pertambangan dari hulu ke hilir, serta peluang karier bagi tenaga kerja Papua.
Baca Juga
Interaksi langsung antara mahasiswa dan pimpinan industri juga membuka ruang diskusi terkait kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Hal ini dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri.
Saat ini sebanyak 332 alumnus Uncen bekerja sebagai tenaga kerja profesional di PTFI. Penerima manfaat beasiswa Uncen dari Freeport berjumlah 255 orang, dan saat ini yang masih aktif sejumlah 51 mahasiswa yang ke depannya akan terus meningkat.

