Pertamina Drilling Tunjukkan Teknologi Pengeboran Terintegrasi di Malaysia
Poin Penting
|
KUALA LUMPUR, Investortrust.id - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menampilkan kapabilitas pengeboran terintegrasi dalam ajang Offshore Technology Conference Asia 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, belum lama ini sebagai upaya memperkuat posisi di pasar global dan mendukung efisiensi industri migas.
Perusahaan yang merupakan bagian dari Pertamina melalui Subholding Upstream ini mempresentasikan konsep “Pertamina Drilling Capabilities Through Integrated Project Management” dalam forum tersebut.
Paparan disampaikan oleh Bidding & Business Performance Manager Pertamina Drilling Ahmad Burhan Noviaris, yang menekankan pentingnya integrasi layanan untuk meningkatkan kinerja operasi.
Dalam paparannya, Burhan menjelaskan bahwa perusahaan mengoperasikan 57 rig yang terdiri dari 53 rig darat dengan kapasitas 150 horse power (HP) hingga 2.000 HP, serta 2 jack-up rig dan 2 offshore workover rig. Selain itu, perusahaan didukung lebih dari 110 layanan associated drilling yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. “Seluruh kapabilitas ini kami integrasikan untuk memastikan efisiensi dan kinerja operasi pengeboran yang optimal,” ujar Ahmad Burhan Noviaris dikutip Senin (6/4/2026).
Penguatan layanan tidak hanya terbatas pada rig. Perseroan juga menyediakan layanan non-rig untuk memastikan kelancaran operasi secara menyeluruh. Di sisi sumber daya manusia (SDM), perusahaan mengoperasikan Indonesia Drilling Training Center, fasilitas pelatihan berstandar internasional yang dilengkapi simulator dan rig nyata untuk meningkatkan kompetensi keselamatan dan operasional tenaga kerja.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus memperkuat profesionalisme pekerja di sektor pengeboran migas yang memiliki risiko tinggi.
Baca Juga
SPBE Cimuning Bekasi Terbakar, Pertamina Pastikan Pasokan LPG Aman
Dalam pengembangan bisnis, Pertamina Drilling mengusung konsep Integrated Project Management, yaitu layanan terintegrasi yang menggabungkan berbagai keahlian, proses, dan teknologi dalam satu sistem untuk meningkatkan efisiensi operasi.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan Integrated Drilling Engineering Supervisory and Services sebagai solusi engineering dan supervisi yang terintegrasi dalam kegiatan pengeboran.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah teknologi extended reach reservoir access, metode pengeboran terarah untuk meningkatkan perolehan minyak pada tahap improved oil recovery dan enhanced oil recovery, yaitu teknik untuk memaksimalkan produksi dari sumur yang sudah ada.
Teknologi ini bekerja dengan membuat jalur horizontal pendek sepanjang 45 hingga 80 kaki menuju reservoir dengan arah terkontrol. Metode ini juga memungkinkan re-entry untuk berbagai teknik stimulasi, seperti acid stimulation, pemasangan slotted liner, logging, hingga penggunaan tracer.
Menurut Burhan, keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensi operasional karena dapat dijalankan menggunakan peralatan ringan tanpa memerlukan rig besar, serta desain modular yang memudahkan mobilisasi di lapangan.
“ERRA menjadi solusi inovatif yang efisien dan fleksibel untuk mengakses sisa cadangan minyak, sekaligus menekan biaya operasional dibanding metode pengeboran konvensional,” jelasnya.
Dari sisi kinerja, teknologi tersebut mampu meningkatkan produksi minyak hingga 5 kali lipat pada reservoir karbonat dan mencapai 10 kali lipat pada reservoir sandstone.
Baca Juga
Dorong Implementasi E10 di Indonesia, Pertamina NRE-USGBC Teken MoU
Perluas Jejaring Global
Partisipasi dalam forum internasional ini juga dimanfaatkan perusahaan untuk memperluas kolaborasi bisnis dengan berbagai perusahaan energi global. Dalam kesempatan tersebut, manajemen melakukan pertemuan dengan sejumlah mitra potensial, termasuk PTTEP Malaysia, SLB Asia Pacific, Halliburton Asia Pacific, UZMA Malaysia, Baker Hughes Asia Pacific, Weatherford Asia Pacific, serta Clarkson Plateau Global.
Kehadiran Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita bersama jajaran direksi dan manajemen menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar internasional.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina Drilling dalam menghadirkan solusi teknologi dan layanan terintegrasi, sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas sektor hulu migas.

