Mentan Bertekad Jadikan Indonesia ‘Superpower’ Pangan Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bertekad menjadikan Indonesia sebagai negara adidaya (superpower) pangan dunia. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa bersatu memperkuat ketahanan nasional demi masa depan yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.
"Kita ingin ribuan tahun ke depan, Republik (Indonesia) ini bertahan dan dalam waktu singkat menjadi superpower pangan," kata Mentan saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog, Marga Taufiq di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).
Menurut Mentan, Indonesia kini berada dalam kondisi kuat. Indonesia memiliki ketahanan di sektor air, pangan, energi, dan protein. “Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara kuat di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo yang visioner karena mampu mengarahkan pembangunan menuju kemandirian dan ketahanan di berbagai sektor strategis, termasuk pangan dan energi,” papar dia.
Baca Juga
Mentan: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton di Tengah Perang Iran versus AS dan Israel
Meski demikian, Mentan seperti dikutip Antara, mengingatkan perihal adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia mandiri. Bisa saja mereka berasal dari kelompok tertentu yang memiliki kepentingan, termasuk dugaan praktik mafia.
Pihak tersebut, kata Amran, bisa saja berorientasi kepentingan negara lain dan merasa diuntungkan jika Indonesia mengalami kesulitan, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan ke depan.
Tapi Mentan Amran memastikan kondisi saat ini menunjukkan kemajuan signifikan. Ketersediaan pangan dalam kondisi aman, kebutuhan protein tercukupi, dan sektor energi menunjukkan tren positif dengan pengurangan ketergantungan impor.
Capai Level Tertinggi
Amran Sulaiman mengemukakan, ekspor kini meningkat dan kesejahteraan petani mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka. Hal ini menjadi indikator keberhasilan pembangunan sektor pertanian nasional.
Mentan mengajak masyarakat bersyukur atas capaian tersebut. Kondisi ini merupakan momentum penting yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.
Amran mencontohkan produksi beras di Sulawesi Selatan meningkat signifikan dari sebelumnya sekitar 300 ribu ton menjadi 761 ribu ton, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode terakhir.
Secara nasional, mnenurut dia, stok beras saat ini mencapai 4,5 juta ton. Dalam 20 hari ke depan angkanya diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton, bahkan berpotensi mencapai 6 juta ton dalam dua bulan mendatang.
Baca Juga
Kementan Ungkap Kunci Swasembada Pangan dan Lonjakan Produksi Beras Tahun Ini
Mentan membandingkan kondisi ini dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana stok pada periode yang sama hanya sekitar 1,5 juta ton. Artinya, terjadi peningkatan hingga tiga kali lipat atau sekitar 200%.
Mentan Amran mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dan menjaga Indonesia. Negara ini milik bersama dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak demi keberlanjutan pembangunan nasional.
“Kritik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, setiap warga negara memiliki peluang berkontribusi lebih besar di masa depan, termasuk menjadi bagian dari pemerintahan,” tegas dia.
Mentan juga mengajak masyarakat menjaga keberlangsungan Republik ini. “Kami optimistis dengan kebersamaan, Indonesia dapat menjadi negara maju, bahkan berpotensi menjadi kekuatan besar dunia,” ujar dia.

