Andalkan EOR dan Digitalisasi, Pertamina Genjot Produksi Migas di Indonesia Timur
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero), perusahaan energi milik negara, melalui Regional Indonesia Timur Subholding Upstream terus mengoptimalkan potensi minyak dan gas di kawasan timur Indonesia guna mencapai target produksi yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Adapun kinerja produksi migas 2025 melampaui target.
Direktur Regional Indonesia Timur Ruby Mulyawan mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi, termasuk program workover atau perbaikan sumur, pemboran sumur pengembangan, serta eksplorasi untuk menambah sumber daya migas. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan teknologi enhanced oil eecovery (EOR) atau teknik untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang sudah tua, salah satunya melalui metode CO2 flood di Lapangan Sukowati.
Baca Juga
Pasokan Energi Ramadan-Idulfitri Aman, ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina
"Perusahaan juga mendorong penerapan digitalisasi secara agresif guna meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pencapaian target produksi," kata Ruby dalam town hall meeting yang diikuti seluruh perwira secara luring dan daring dikutip Selasa (17/3/2026).
Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya keseragaman tata nilai sebagai fondasi dalam mencapai target perusahaan. “Penerapan HSSE (health, safety, security, and environment) ini menjadi fokus utama yang dilakukan baik di kantor regional dan zona-zona,” kata Ruby, merujuk pada aspek HSSE yang menjadi standar keselamatan dan keberlanjutan operasional.
Selain itu, perusahaan juga menekankan komitmen terhadap pencapaian target RKAP serta integritas dalam menjalankan proses bisnis, termasuk pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan di wilayah operasi.
Ruby memaparkan sepanjang 2025, Regional Indonesia Timur mencatat produksi migas sebesar 208.5 ribu barel setara minyak per hari atau 100,4% dari target RKAP. Sementara itu, realisasi lifting migas mencapai 171.0 ribu barel setara minyak per hari atau 102.9% dari target.
Kinerja tersebut ditopang oleh aktivitas operasional yang intensif, termasuk pemboran 6 sumur eksplorasi, 12 sumur pengembangan, serta 17 kegiatan workover sepanjang tahun.
Baca Juga
Dukung Program Pemerintah Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik
Komisaris PT Pertamina EP Cepu Tri Winarno menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja yang solid, tetapi tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi industri migas.
“Kinerja 2025 cukup baik, performance produksi dan lifting tercapai. Untuk 2026, kita perlu memperhatikan kondisi geopolitik global yang tentu akan berpengaruh pada industri migas, sehingga kita dapat tetapkan strategi tepat,” ujar Tri.
Selain capaian operasional, perusahaan juga meraih sejumlah penghargaan dari tingkat nasional maupun internasional sepanjang 2025. Ruby menyebut pengakuan tersebut merupakan hasil dari kinerja optimal dan kontribusi seluruh perwira di Regional Indonesia Timur.

