Kejar 1 Juta Barel Minyak, Pertamina Genjot Ekplorasi, Teknologi EOR, hingga Kolaborasi Global
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk mencapai target lifting minyak nasional sebesar 1 juta barrel oil per day (BOPD) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Strategi yang dipilih mulai kolaborasi global hingga eksplorasi sumur baru.
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebutkan, peningkatan lifting minyak ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan swasembada energi. Diketahui, saat ini lifting minyak nasional berada di angka 610.000 BOPD.
“Untuk target kita pada beberapa kesempatan juga saya mendampingi Bapak Menteri ESDM, target kita untuk lifting minyak per hari sampai saat ini kami masih tetap pada sasaran untuk mencapai 1 juta barrel per day, target kita di antara tahun 2028 dan 2029,” ucap Simon dalam konferensi pers "Capaian Kinerja Pertamina Tahun 2024" di Jakarta, Jumat (13/5/2025).
Untuk bisa mencapai target 1 juta BOPD itu, Simon menerangkan, Pertamina akan meningkatkan kerja sama dan strategic partnership dengan para investor dari luar negeri, termasuk national oil company untuk meningkatkan eksplorasi.
Kalau berbicara peningkatan lifting tetapi tidak ditambah eksplorasi mencari sumber temuan baru, kata dia, akan sangat sulit bagi Indonesia untuk mencapai target tersebut.
“Karena kita mengetahui natural decline dari sumur-sumur kita saat ini yang sudah masuk dalam kategori natural fields itu bisa sampai kurang lebih 20% per tahun penurunannya,” ujar Simon.
Baca Juga
Karier Cemerlang, Ini Profil Agung Wicaksono Eks Pejabat OIKN yang Pimpin Transformasi Pertamina
Dengan demikian, kata Simon, semua upaya yang dilakukan khususnya oleh subholding upstream Pertamina baik dengan teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan inisiatif lainnya, akan membawa hasil signifikan.
“Kalau kita lihat penambahan produksi mungkin tidak terlalu besar, tetapi dari kita mengurangi natural decline yang lebih besar. kalau kita jumlahkan tentunya itu adalah inisiatif yang signifikan bagi Pertamina,” tegas dia.
Kinerja 2024
PT Pertamina (Persero) mengumumkan pencapaian laba sebesar US$ 3,13 miliar (Rp 50,9 triliun) sepanjang 2024. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2023 sebesar US$ US$ 4,77 miliar (Rp 76,5 triliun). Meski demikian, target 1 juta barrel oil per day (BOPD) minyak pada 2028 tetap digenjot.
Direktur Keuangan PT Pertamina Emma Sri Martini mengungkapkan, penurunan ini terjadi karena memburuknya seluruh parameter di global, baik itu harga minyak mentah (crude price/ICP), minyak mentah Brent, hingga Mean of Plats Singapore (MOPS).
“Kalau dilihat dari seluruh parameter global, terjadi perburukan dari seluruh parameter, baik itu Brent, crude price (ICP), MOBS, yang semuanya melandai,” kata Emma dalam konferensi pers Capaian Kinerja Pertamina Tahun 2024 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (13/5/2025).
Sementara menurut sumber, dividen Pertamina tahun buku 2024 sekitar Rp 41 triliun.
Pertamina berkomitmen meningkatkan produk dalam negeri dengan realisasi belanja nasional mencapai Rp 415 triliun yang memberikan kontribusi kepada 4,1 juta lapangan kerja dan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp 702 triliun pada 2024.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan seluruh subholding dan anak perusahaan Pertamina fokus memberikan kinerja terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Sepanjang 2024, imbuh Fadjar, Pertamina telah melakukan pengeboran intensif dan masif dengan 22 exploration, 821 development, 981 workover, serta 36.860 well intervention well services (WIWS).
Di sektor midstream, Pertamina terus mengoptimalkan kinerja kilang yang telah berhasil mencapai yield valuable hingga 83,2% dengan volume intake rerata 320 juta barel. Kontribusi kilang Pertamina mencapai 70% BBM nasional serta 100% untuk produk avtur dan biosolar.
Di bisnis hilir, sepanjang 2024 Pertamina berhasil mencatatkan rekor penjualan BBM sebanyak 105 juta KL naik 6% dibanding 2023. Pada saat yang sama, Pertamina sukses menjalankan penugasan pemerintah dalam penyaluran BBM subsidi.
Pertamina mengelola lebih dari 15.000 titik ritel BBM dan lebih dari 250.000 titik pangkalan LPG, guna memastikan ketersediaan energi di seluruh Indonesia.
Pada bisnis gas, Pertamina berhasil mengelola 312 juta MMBTU volume niaga gas. Sedangkan, volume transmisi gas meningkat 6% dibandingkan 2023, menunjukan bahwa Pertamina menguasai 91% pasar gas bumi di Indonesia (market share).
Baca Juga
Pertamina Gelar RUPS, Rombak Besar-besaran Direksi dan Komisaris?
Pada sektor integrated marine logistics, volume kargo diangkut mencapai 161 juta KL. Pertamina juga meningkatkan tonase kapal 24 persen dibanding tahun 2023.
Sementara Pertamina New and Renewable Energy mampu mencapai total produksi listrik 8.475 GWh, naik 55% dibanding tahun lalu. Produksi listrik tersebut utamanya dari beroperasinya PLTGU Jawa Satu Power.
Selain kinerja positif, Pertamina juga melakukan inovasi dalam operasional bisnisnya dengan lebih ramah lingkungan. Hasilnya, sepanjang 2024 Pertamina berhasil melakukan dekarbonisasi emisi GRK sebesar 1,7 juta ton CO2e.

