Pertamina Geothermal (PGEO) Kenalkan Peluang Investasi Energi Bersih ke Generasi Muda
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE mengajak generasi muda memahami peluang investasi di sektor energi melalui seminar literasi keuangan bertema “Meraup Cuan dari Saham Energi” di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung pada Senin (10/3/2026). Kegiatan yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut bertujuan memperkenalkan investasi saham energi bersih kepada mahasiswa sebagai calon investor masa depan sekaligus meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Seminar ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mahasiswa tentang pasar modal sekaligus membuka perspektif mengenai potensi investasi pada sektor energi rendah emisi.
Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Jawa Barat Herlina Hayati mengatakan literasi keuangan merupakan langkah awal sebelum seseorang memutuskan untuk berinvestasi, terutama bagi mahasiswa yang baru mengenal pasar modal. Pemahaman terhadap kondisi keuangan pribadi dan risiko investasi menjadi fondasi penting agar keputusan investasi tidak dilakukan secara spekulatif.
Baca Juga
PGE (PGEO) Targetkan Kapasitas Panas Bumi 3 GW dari 15 Wilayah Kerja
“Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami kondisi keuangan, risiko, serta tujuan investasi. Keputusan investasi harus dilakukan secara bijak dan terencana agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Dari sisi pasar modal, Vice Director of Research BEI Verdi Ikhwan menjelaskan bahwa membangun kebiasaan investasi sejak dini merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang. Ia mengatakan inflasi yang terus terjadi setiap tahun dapat menggerus nilai uang jika tidak dikelola dengan baik melalui instrumen investasi yang tepat.
“Investasi menjadi penting karena inflasi terus terjadi setiap tahun. Dengan berinvestasi, nilai uang dapat berkembang dan tidak tergerus oleh kenaikan harga. Jika dilakukan secara disiplin, investasi saham dapat memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang melalui efek compounding,” jelas Verdi.
Potensi Energi Bersih
Dari sisi industri energi, Manager Partnership and Portfolio Management PGE Lufan Nassya Faswara menjelaskan bahwa sektor energi baru terbarukan memiliki prospek yang kuat dalam jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap energi rendah emisi. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar karena kondisi geologi yang berada di jalur gunung api aktif dunia.
“Panas bumi merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia sekitar 24 gigawatt (GW). Letak geologi Indonesia yang berada di jalur gunung api aktif menjadikan sumber daya geotermal sangat melimpah dan prospektif untuk dikembangkan sebagai energi bersih sekaligus peluang investasi jangka panjang,” ujar Lufan.
Ia menambahkan bahwa komitmen global dalam menurunkan emisi karbon turut meningkatkan kebutuhan terhadap sumber energi yang stabil dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, energi panas bumi memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten dengan tingkat kapasitas pemanfaatan yang tinggi dibandingkan beberapa sumber energi terbarukan lainnya.
Selain praktisi industri dan regulator, seminar ini juga menghadirkan pandangan akademisi yang menekankan pentingnya memahami fundamental bisnis sebelum membeli saham. Mahasiswa didorong untuk melihat prospek industri yang menjadi basis kegiatan perusahaan, termasuk sektor energi yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan transisi menuju energi rendah karbon.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Edukasi Model Bisnis Panas Bumi di Depan Mahasiswa Unpar Bandung
Melalui kegiatan ini, PGE bersama para pemangku kepentingan berharap literasi investasi di kalangan generasi muda semakin meningkat. Perusahaan juga ingin memperkenalkan potensi sektor energi bersih sebagai salah satu pilihan investasi jangka panjang yang berkelanjutan.
Saat ini PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW yang dioperasikan secara mandiri maupun melalui kontrak operasi bersama. Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, sehingga membuka peluang besar bagi pengembangan energi bersih sekaligus investasi jangka panjang di sektor energi.
Bagi PGE, keterlibatan generasi muda dalam memahami investasi dan transisi energi dinilai akan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mempercepat pengembangan energi bersih di masa depan.

