KITB Batang Rencanakan Ekspansi 4.000 Ha Terintegrasi 'Giant Sea Wall'
KIT Batang Bakal Ekspansi Lahan 4.000 Ha, Terintegrasi 'Giant Sea Wall'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Industropolis Batang merencanakan ekspansi lahan baru seluas 4.000 hektare (ha) di kawasan pesisir utara yang akan terintegrasi dengan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW).
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KITB, Indri Septa Respati menyatakan, pengembangan kawasan tersebut merupakan konsep yang digagas bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Adapun Wakil Menteri KP Didit H Ashaf saat ini juga menjabat sebagai kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).
“Pengembangan konsep di pesisir utara dari Industropolis Batang sebetulnya adalah sebuah proyek yang kami gagas bersama dengan Kementerian KKP. Memang ini ada urusannya dengan Giant Sea Wall,” kata Indri saat media gathering bersama Dewan Nasional KEK di Jakarta, Kamis (12/3/2026) malam.
Dia menjelaskan, proyek tanggul laut raksasa tersebut akan berada di sisi utara kawasan pengembangan. Sementara itu, area di antara tanggul laut dan kawasan industri akan dimanfaatkan untuk pengembangan lahan baru.
Baca Juga
Wapres Tinjau Pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi I untuk Perkuat Pengendalian Rob Pantura
Menurut Indri, kawasan Industropolis Batang saat ini berada sekitar 40 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di area antara tanggul laut dan kawasan industri tersebut direncanakan pembangunan reklamasi.
“Jadi memang Giant Sea Wall yang di sisi utaranya. Kemudian, antara Giant Sea Wall dengan lokasi KITB (rencana ekspansi lahan tambahan, red),” ujarnya.
Dia menambahkan, luas area reklamasi untuk ekspansi tersebut masih dalam tahap kajian. Namun, secara indikatif pengembangan lahan baru tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4.000 ha.
“Nah, di antaranya kami akan membangun reklamasi yang memang luasannya masih sedang dikaji. Namun, secara indikatif kemungkinan direncanakan sekitar 4.000 hektare,” ungkap Indri.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan, Jalan Tol Semarang–Demak akan ditingkatkan kapasitasnya sebagai bagian dari integrasi pembangunan tanggul laut raksasa (GSW) di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Hal ini menyusul penilaian Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) yang menyebut struktur tanggul laut yang saat ini terintegrasi dengan Tol Semarang–Demak masih belum maksimal untuk mendukung proyek perlindungan pesisir jangka panjang.
“Yang kita kerjakan hari ini (Tol Semarang–Demak) oleh BOPPJ dianggap masih kurang. Jadi nanti dia akan buat tanggulnya lebih maju lagi ke tengah laut, lebih besar lagi,” ungkap Dody dalam konferensi pers di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga
Integrasi Tol Semarang–Demak dan 'Giant Sea Wall' Dipercepat
Menurutnya, penguatan tanggul laut tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan banjir rob dan penurunan muka tanah (land subsidence), tetapi juga akan dikembangkan menjadi infrastruktur penyediaan air baku.
Dody memaparkan, tanggul laut ke depan dirancang mampu mengubah air laut menjadi air tawar yang kemudian disalurkan ke kota-kota di belakang kawasan pesisir. Skema tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk membatasi pengambilan air tanah.

