Pasar Smartphone Tetap Bergairah Jelang Lebaran, Ini Saran untuk Konsumen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Momentum Lebaran dinilai tetap menjadi motor penggerak pasar smartphone nasional di tengah tekanan biaya produksi. Namun, pola belanja tahun ini diperkirakan akan mengalami pergeseran.
Pengamat dan Analis Pasar Smartphone di Indonesia Aryo Medianto mengatakan faktor musiman seperti Tunjangan Hari Raya (THR) secara historis selalu menjadi katalis utama ritel elektronik. Smartphone hampir selalu masuk dalam daftar belanja prioritas masyarakat.
“Secara historis, momen THR selalu menjadi ‘banjir uang’ yang mendorong masyarakat untuk belanja, dan smartphone selalu masuk dalam daftar belanja favorit,” ujar Aryo kepada investortrust.id, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, produsen juga telah mengantisipasi siklus ini dengan menyiapkan peluncuran produk baru maupun promosi agresif pada kuartal pertama. Strategi tersebut dirancang untuk menangkap lonjakan permintaan jelang Idulfitri.
Aryo memprediksi pasar domestik tetap bergairah, meski bentuknya berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tekanan biaya pokok produksi berpotensi membuat harga perangkat ikut terkerek naik.
Baca Juga
Konflik Timur Tengah Berpotensi Kerek Harga Smartphone di Indonesia, Mengapa?
“Pasar domestik diprediksi akan tetap bergairah. Namun bentuk ‘kegairahan’ ini mungkin akan berbeda karena bersinggungan dengan kenaikan biaya pokok produksi yang mengakibatkan kenaikan biaya smartphone,” jelasnya.
Ia menilai konsumen kini akan lebih jeli sebelum membeli. Proses riset, perbandingan spesifikasi, hingga sensitivitas terhadap harga akan semakin dominan.
Aryo menyarankan konsumen tidak menunda pembelian jika kebutuhan sudah mendesak. “Tekanan terhadap nilai tukar dan harga energi diproyeksikan tidak akan mereda dalam jangka pendek. Menunda pembelian justru berisiko membuat konsumen membayar lebih mahal untuk produk yang sama,” tegasnya.
Selain itu, ia menyarankan mempertimbangkan flagship generasi sebelumnya yang harganya telah terkoreksi signifikan. Konsumen juga dapat memanfaatkan program diskon atau inventory clearing dari merek yang akan memperbarui lini produknya.
“Kesimpulannya, konsumen perlu lebih cermat dan strategis. Keputusan pembelian sebaiknya didasarkan pada analisis kebutuhan dan pemahaman terhadap dinamika harga, bukan semata-mata karena faktor musiman atau gengsi,” tutup Aryo.

