Ini Saran dari Gapki agar Industri Hilirisasi Sawit Lebih Bergairah
JAKARTA, investortrust.id - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai roadmap dan kebijakan hilirisasi sawit di Indonesia sudah berada di jalur yang tepat. Namun, Gapki menilai ada beberapa hal yang masih bisa dilakukan untuk membuat industri ini lebih bergairah.
Ketua Bidang Agro Industri Gapki, Rapolo Hutabarat menyebut, pemerintah sebetulnya sudah melakukan upaya terbaik dengan memberikan sejumlah insentif seperti tax holiday, tax allowance, dan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).
Kendati demikian, Rapolo menilai pemerintah bisa juga memberikan insentif lain terkait dengan kredit usaha rakyat (KUR). Menurutnya, pemerintah bisa menurunkan bunga KUR yang saat ini di level 7%.
Baca Juga
Kemenperin Siapkan Roadmap Sawit Indonesia Emas 2045, Potensi Ekonomi Capai Rp 750 Triliun
“Kalau bisa itu diturunkan lagi oleh pemerintah. Tentu dengan perhitungan tersendiri, dengan berbagai pertimbangan. Supaya petani sawit yang mau meminjam ke bank itu dengan beban bunga bank yang lebih rendah,” ujar Rapolo saat ditemui di gedung Kementerian Perindustrian, Kamis (20/6/2024).
Selain itu, untuk menarik lebih banyak investor, Rapolo menyebut pemerintah melalui Kementerian Investasi/BKPM bisa melakukan roadhow untuk mempromosikan berbagai kebijakan tadi. Ia menilai hal itu bisa menarik minat investor dalam negeri maupun asing.
“Dan dalam roadshow itu bersama K/L yang lain, saya kira mereka berkolaborasi untuk sekaligus menyampaikan fasilitas-fasilitas tadi. Dan dulu kan tax holiday itu harus Rp 1 triliun, pemerintah sudah menurunkan relaksasi di Rp 500 miliar,” papar dia.
Baca Juga
Lebih lanjut Rapolo mengungkapkan bahwa kendala yang paling sering dihadapi dan tuntutan dari para pengusaha adalah terkait dengan kepastian berusaha. Dan ia melihat bahwa saat ini pemerintah sudah bisa memberikan jaminan tersebut.
“Kepastian berusaha ya. Dan saya kira pemerintah menjamin itu. Misalnya dari sisi keamanan, penggunaan lahan, dan lain sebagainya,” ungkap Rapolo Hutabarat.

