Colliers: Insentif PPN DTP Belum Tersosialisasi Baik di Sektor Apartemen
JAKARTA, investortrust.id – Head of Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyatakan, insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) belum tersosialisasi dengan baik di sektor apartemen, namun di sektor rumah tapak sudah mulai membaik.
Sektor properti apartemen masih memiliki banyak tantangan meskipun adanya insentif PPN DTP yang diberikan untuk sektor hunian, baik rumah tapak ataupun apartemen.
“Kalau kita lihat insentif PPN yang diberikan, pasar rumah tapak sudah mulai menggeliat. Tapi di apartemen, tidak semua apartemen yang memaksimalkan ini (PPN DTP),” kata Ferry dalam media briefing, Rabu (3/4/2024).
Adapun insentif tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 7 Tahun 2024 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2024 yang berlaku efektif sejak 13 Februari 2024 hingga akhir tahun ini.
Baca Juga
Colliers: Meski Ibu Kota Pindah, Sektor Perhotelan di Jakarta Tetap Tumbuh
Dalam PMK tersebut, pemerintah memberikan insentif PPN DTP untuk pembelian hunian yang sudah siap huni atau yang sudah serah terima berita acara (BAST) maksimal seharga Rp 5 miliar.
“Ada yang sudah memaksimalkan (pembangunan apartemen), yaitu apartemen yang sudah ready stock ataupun yang hampir ready stock. Karena salah satu syaratnya itu (diberikan insentif) adalah Berita Acara Serah Terima (BAST)-nya harus dalam periode PPN itu diberikan,” jelas Ferry.
Sementara itu, lanjut Ferry, masih ada unit-unit apartemen yang masih dalam tahap konstruksi. Sehingga, mereka tidak terlalu mengejar insentif PPN DTP tersebut. Di sisi lain, PPN DTP masih dapat mendorong pasar apartemen karena insentif ini sifatnya full year hingga akhir tahun 2024.
“Kalau secara keseluruhan, insentif PPN ini memang masih terlihat hasilnya (belum marak di sektor apartemen) di kuartal pertama, tapi nanti kita akan coba lihat lagi setelah semester I-2024,” tutur Ferry.
Colliers Indonesia mengharapkan, pertumbuhan pasar properti sektor apartemen ini akan bertumbuh positif setelah semester I-2024. “Untuk semester I-2024, kita perkirakan pasar itu masih akan lambat (pergerakannya) tapi ada harapan yang lebih positif di semester II-2024, terutama dengan stabilitas politik yang terjadi,” tambah Ferry.
Perkembangan Apartemen di Kuartal I-2024
Dari sisi suplai, kata Ferry, para pengembang sudah mulai percaya diri untuk meluncurkan proyek-proyek baru di kuartal I-2024 seperti “Two Sudirman” (Oasis Central Sudirman) di wilayah CBD Sudirman atau tepatnya di Jalan Sudirman Kavling 2, Jakarta Pusat, serta 2 proyek non-CBD yaitu Pluit Seaview di Jakarta Utara dan Cleon Park di Jakarta Timur.
“Setelah 5 tahun tidak ada proyek baru di CBD, pada Q1 2024 terdapat satu proyek bernama Two Sudirman dengan total 355 unit. Dan 2 proyek di Non-CBD, yaitu Pluit Seaview (Ibiza Tower) di Jakarta Utara dan Cleon Park di Jakarta Timur dengan total 838 unit telah rampung,” papar Ferry.
Baca Juga
Colliers Indonesia Prediksi 9.743 Unit Apartemen Tersedia di Tahun 2026
Berdasarkan data Colliers Indonesia, pada kuartal I-2024 sudah ada 838 unit apartemen yang rampung dan ready stock. Diperkirakan hingga akhir tahun 2024, akan ada 5.354 unit ready stock, yang mana jumlahnya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yakni sejumlah 5.526 unit.
“Diperkirakan 9.317 unit akan rampung hingga tahun 2026, dan sekitar 5.000 unit dari Jakarta Selatan,” imbuh Ferry.
Ferry pun menerangkan, dari sisi penyerapan atau permintaan sektor apartemen pada kuartal I-2024 masih terpantau lambat karena calon konsumen masih wait and see dan penerbitan insentif PPN yang terlambat. Hal ini juga disebabkan oleh faktor Pemilu 2024 ditambah minimnya proyek baru.
“Kalau kita lihat tahun lalu (2023) jumlah yang diserap kurang lebih hampir sama. Angka tahun 2023 itu masih sama dengan angka masa pandemi, kira-kira sekitar 1.300-an unit per tahun. Sedangkan untuk kuartal I-2024 memang masih sekitar 139 unit. Jadi untuk mencapai angka yang sama di 3 tahun sebelumnya yakni sekitar 1.300-an unit, maka jumlah ini hanya sekitar 10 persennya,” jelas dia.
Menurut data Colliers Indonesia, penyerapan apartemen di kuartal I-2024 masih berada di angka 139 unit. Lalu, untuk 3 tahun sebelumnya secara merata pergerakan permintaan apartemen berada di angka 1.300 unit. Di mana pada tahun 2023 sebanyak 1.375 unit, tahun 2022 sejumlah 1.389 unit, dan tahun 2021 ada 1.289 unit.

