Garda Revolusi Iran Klaim 200 Personel Tewas dan Terluka dalam Serangan ke Pangkalan AS
Poin Penting
|
TEHERAN, Investortrust.id - Garda Revolusi Iran (IRG) pada Sabtu (28/2/2026) mengumumkan sedikitnya 200 personel militer tewas dan terluka dalam serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS). Hal ini menandai eskalasi langsung yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah dan meningkatkan risiko konfrontasi terbuka antarnegara.
Garda Revolusi Iran merupakan bagian dari angkatan bersenjata resmi Iran yang memiliki peran strategis dalam pertahanan dan operasi eksternal. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantor humasnya, lembaga tersebut memaparkan dampak serangan yang diklaim menargetkan instalasi militer AS di kawasan.
Baca Juga
Disebut Tewas, Ini Kisah Pimpinan Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei hingga ke Tampuk Kekuasaan
“Setidaknya 200 personel militer tewas dan terluka dalam serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS,” kata kantor humas Garda Revolusi dikutip Ina.Iq Minggu (1/1/2026).
Pernyataan tersebut tidak merinci lokasi pasti pangkalan yang dimaksud maupun jumlah korban tewas dan luka secara terpisah. Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Dalam keterangan yang sama, Garda Revolusi juga menyebut dampak serangan balasan yang melibatkan rudal. “Sejumlah rudal AS dan Israel jatuh di daerah gurun dan perkotaan di Irak dan negara-negara Teluk setelah gagal mencapai targetnya,” demikian isi pernyataan itu.
Klaim tersebut mengindikasikan adanya pertukaran serangan yang melibatkan lebih dari satu negara, sekaligus memperluas potensi dampak keamanan hingga ke Irak dan sejumlah negara di kawasan Teluk. Namun, belum tersedia verifikasi independen atas laporan mengenai rudal yang disebut gagal mencapai sasaran.
Baca Juga
Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas usai Serangan AS-Israel
Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Serangan terhadap pangkalan militer, jika terkonfirmasi, dapat memicu respons lanjutan yang berdampak pada stabilitas kawasan, jalur energi global, dan dinamika politik internasional.
Pasar global dan pelaku industri energi memantau perkembangan situasi ini secara ketat, mengingat kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi minyak dunia.

