Kesepakatan Dagang RI-AS Dorong Hilirisasi Produk Perkebunan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam menurunkan tarif ekspor sejumlah komoditas strategis, termasuk perkebunan. Kesepakatan ini akan mendorong hilirisasi produk perkebunan di daerah-daerah.
Amerika Serikat (AS) diketahui menurunkan tarif minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Menurutnya kesepakatan dagang ini berpeluang memperkuat pengembangan perekonomian Nasional berbasis Koperasi di setiap desa.
"Capaian diplomasi Dagang Presiden Prabowo akan memberikan dampak nyata pada pengembangan Koperasi Merah Putih. Dan secara langsung menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor riil Indonesia," kata Sultan melalui keterangan resminya Minggu (22/2/2026).
Mantan wakil gubernur Bengkulu itu mendorong pemerintah daerah untuk menindaklanjuti capaian positif diplomasi dagang Presiden Prabowo dengan menyiapkan ekosistem hilirisasi komoditas perkebunan unggulan di masing-masing daerah.
Baca Juga
Menko Airlangga Jawab 22 Keraguan tentang Tarif Resiprokal RI-AS, Ini Rinciannya
"Pemda harus proaktif menyambut kado diplomatik dagang Presiden dengan mengembangkan komoditas ekspor unggulan melalui Koperasi Merah Putih. Dalam konteks persaingan global, selisih tarif yang timpang tersebut sangat menentukan daya saing harga di pasar utama global," ujarnya.
Menurutnya, kesepakatan dagang antara Indonesia di tengah turbulensi geopolitik menjadi bukti kepiawaian Presiden Prabowo Subianto yang menerapkan politik bebas aktif Indonesia di antara pemimpin negara-negara maju. Di samping karena potensi pasar kedua negara yang sama-sama menjanjikan di antara Negara-negara G20, ia memandang capaian positif ini didukung oleh kesepahaman dan visi pembangunan ekonomi sekaligus agenda mewujudkan perdamaian dunia dari pemimpin kedua negara.
Baca Juga
Perjanjian Perdagangan Resiprokal (ART) RI dan AS: Tarif Turun dan Akses Pasar Diperluas

