Menteri Ara Siapkan Kuota Bedah Rumah di Kawasan Kumuh Lampung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyiapkan kuota program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di kawasan kumuh Provinsi Lampung.
Menurut Ara, pihaknya tengah menggodok alokasi kuota BSPS yang akan diberikan ke seluruh kabupaten/kota di Lampung bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga
“Kita persiapkan sekarang. Kita lagi bahas, nanti tentunya kita pelajari. Namun, semua kabupaten/kota di Lampung kami pastikan akan mendapatkan kuota (BSPS),” kata Ara saat rapat bersama gubernur Lampung di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
Program BSPS merupakan salah satu intervensi pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan kawasan permukiman kumuh.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan, Kota Bandar Lampung menjadi prioritas utama penataan kawasan kumuh sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Itu kalau dari DTSEN ya, di Lampung itu Bandar Lampung, kotanya,” ungkap dia.
Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, tingkat kemiskinan pada September 2025 tercatat 9,66%, turun dari 10% pada Maret 2025. Adapun, jumlah penduduk miskin di Lampung tercatat sebanyak 860,13 ribu orang.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmad Riswan Nasution mengatakan, penurunan tersebut menandai capaian baru bagi pembangunan sosial ekonomi daerah. “Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan nyata pada daya beli dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” kata Ahmad dalam rilis resmi Berita Statistik, dikutip Jumat (20/2/2026).
Baca Juga
PNM: Lampung Berpotensi Serap Permintaan Rumah Subsidi-Bedah Rumah 650.000 Unit
BPS mencatat sejumlah indikator ekonomi turut mendukung penurunan kemiskinan. Indeks Harga Konsumen (IHK) Lampung pada September 2025 berada di level 108,51 dengan inflasi relatif terkendali. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada kuartal III 2025 mencapai 5,04%, sementara konsumsi rumah tangga meningkat 4,89%.
Di sektor perdesaan, lanjut Ahmad, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada awal Februari 2026 tercatat 127,62, mencerminkan daya beli petani yang tetap terjaga. Secara wilayah, tingkat kemiskinan perdesaan tercatat 10,88% dan perkotaan sebesar 7,37%. “BPS siap mendukung percepatan penurunan kemiskinan melalui penyediaan data yang akurat dan berkelanjutan,” tutup dia.

