Menteri Ara Sebut Meikarta Jadi Patron Hunian Vertikal MBR
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyebut proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi akan menjadi contoh atau patron pengembangan hunian vertikal bersubsidi di wilayah perkotaan Indonesia.
Menurut Ara, pihaknya akan lebih dahulu fokus pada proyek rusun subsidi berskala besar yang digarap Lippo Group sebelum direplikasi di daerah lain.
“Kita buat satu dahulu yang besar, berhasil, sehingga nanti bisa diduplikasi. Di Indonesia ini kan perlu contoh. Nanti baru yang lain akan jalan,” ungkap Ara saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga
Menteri Ara Bertemu Danantara Bahas Apartemen Subsidi Meikarta Malam Ini
Ia berharap proses peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek rusun subsidi Meikarta pada 8 Maret 2026 dapat berjalan lancar dan menjadi titik awal perubahan penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Doainlah kita groundbreaking (rusun subsidi Meikarta, red) lancar. Semua lancar, akan ada perubahan yang besar soal rusun subsidi yang masif,” ucap Ara.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan konsep hunian vertikal bersubsidi juga akan dikembangkan di wilayah perkotaan Provinsi Lampung. “Harus, daerah perkotaan terutama ya. Arahnya harus ke sana, kita cari pengembang yang bagus,” tegas Rahmat.
Diketahui, apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan groundbreaking pada 8 Maret 2026. Proyek ini diperkirakan menelan nilai investasi hingga Rp 39 triliun di luar nilai tanah.
Baca Juga
Menteri Ara Ajak Rosan 'Groundbreaking' Apartemen Subsidi Meikarta 8 Maret
Hal tersebut disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam acara landclearing rumah susun subsidi untuk rakyat di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/1/2026).
Apartemen subsidi Meikarta akan dibangun di tiga kawasan dengan luas masing-masing sekitar 10 hektare (ha). Pengembang Meikarta menawarkan tiga tipe unit, yakni satu kamar tidur untuk tipe 25 & 27, dua kamar tidur (tipe 35 & 37), dan tiga kamar tidur (tipe 45). Secara keseluruhan, proyek yang merupakan aset PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ini akan menghasilkan total 141.000 unit apartemen subsidi atau setara 54 tower.

