Sidak 3 Pasar, Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Aman Jelang Imlek dan Puasa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan inspeksi di tiga pasar utama Jakarta, yakni Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Pasar Tradisional Kramat Jati, serta Pasar Minggu.
Sidak ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek dan puasa. Berdasarkan hasil pemantauan menunjukkan pasokan sejumlah komoditas strategis dalam kondisi cukup dan aman.
Bawang merah tercatat Rp 35.000 per kilogram (kg), berada dalam kisaran harga acuan pemerintah (HAP). Harga daging sapi terpantau pada kisaran Rp 130.000 hingga Rp 140.000 per kilogram juga masih dalam rentang HAP. Sementara itu, untuk beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), harga tercatat Rp 12.500 per kg sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Baca Juga
Kepala BGN Sebut Ultah Prabowo Bikin Inflasi Harga Telur, Kok Bisa?
“Secara prinsip yang harus kita pastikan adalah pasokan relatif bagus. Di Pasar Kramat Jati, pasokan cabai, bawang putih, dan bawang merah relatif bagus karena suplai harian masih ada,” ucap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/2/2026).
Meski demikian, Bapanas mencatat adanya pergerakan harga pada beberapa komoditas, khususnya cabai rawit merah yang masih berada di atas rentang HAP. Namun, per hari ini sudah mengalami penurunan dari 90 ribu per kg menjadi 80 ribu per kg di PIKJ. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan akan terus melakukan intervensi dan pengawasan agar harga tetap dalam batas kewajaran.
“Langkah stabilisasi dilakukan salah satunya melalui FDP (fasilitasi distribusi pangan) yangkita harapkan akan bisa mengoreksi harga komoditas pangan yang kenaikannya signifikan.” ujar Ketut.
Ketut menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar. “Sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar. Kalau kendalanya distribusi karena hujan, kita carikan solusi. Salah satunya melalui FDP,” pungkas Ketut.
Baca Juga
Dalam kesempatan yang sama, Brigjen Zain Dwi Nugroho dari Satgas Pangan Polri menegaskan komitmen pengawasan terpadu. “Kami dari Satgas Pangan Polri tentunya bersama-sama dengan Bapanas, sama-sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan dari perdagangan terus memonitor dan melakukan pengawasan ketersediaan dan kestabilan harga,” imbuhnya.

