Kepala BGN Sebut Ultah Prabowo Bikin Inflasi Harga Telur, Kok Bisa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bagaimana makan bergizi gratis (MBG) bisa memengaruhi harga komoditas di pasar. Salah satu contohnya harga telur sempat mengalami lonjakan pada 17 Oktober 2025, ketika Presiden Prabowo Subianto berulang tahun. Lonjakan terjadi karena saat itu BGN memerintahkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membuat menu nasional nasi goreng dengan telur mata sapi.
“Ketika Pak Presiden ulang tahun, kami meminta SPPG memasak satu menu nasi goreng dengan menu telur ceplok,” kata Dadan, saat Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Akibatnya, kata Dadan, harga telur mengalami lonjakan hingga mencapai Rp 3.000 per kilogram. Hari itu, lanjutnya, serapan telur nasional mencapai 2.100 ton.
“Kalau tahun depan Bapak ulang tahun, kita dengan nasi goreng telur ceplok membutuhkan 83 juta butir telur satu hari. Itu artinya 5.000 ton,” kata dia.
Mendengar laporan Dadan, Prabowo pun meminta BGN berhati-hati menetapkan satu menu tertentu. Menurut Prabowo, sebaiknya menu nasional nasi goreng tak menggunakan telur. “Nasi goreng ikan asin saja,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan mengeklaim saat ini badan yang dipimpinnya dapat menjadi lembaga penstabil harga. Ketika permintaan telur dan ayam meningkat, BGN bisa menginstruksikan SPPG di bawahnya untuk menggunakan bahan baku protein lain agar harga telur dan ayam tidak semakin melonjak.
Baca Juga
Koperasi Sektor Produksi Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Baku SPPG
Misalnya, di bulan Desember ini ditetapkan sebagai bulan ikan dalam menu MBG. Dadan menginstruksikan BGN untuk memasak menu ikan sebagai protein. Sehingga 3.000 ekor lele dimasak di tiap SPPG.
Sebaliknya, BGN juga dapat membantu mengerek harga pertanian atau komoditas yang sedang turun di wilayah. Ketika harga kentang turun misalnya, BGN bisa mengeluarkan instruksi menu berbahan baku kentang, sehingga harga kentang dari petani dapat perlahan naik.
“Bagi di daerah yang mendapatkan tekanan harga dan ada yang tidak laku (komoditas yang dihasilkannya), bisa menginformasikan ke BGN. Supaya kita instruksikan ke SPPG agar kita bisa menstabilkan harga,” kata dia.

