Bahlil Sebut Proyek DME Bakal Ringankan Beban Purbaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) akan membantu mengurangi beban subsidi LPG pemerintah dan meringankan tugas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Langkah ini dinilai strategis untuk menekan ketergantungan impor LPG yang selama ini membebani APBN. Dia memaparkan, konsumsi LPG nasional sebesar 8,5 juta ton per tahun. Sedangkan produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6 juta ton.
“Jadi kita masih impor (LPG) sekarang 7 juta sampai 7,5 juta ton,” sebut Bahlil dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga
Stok Energi Nasional Aman, Pemerintah Jamin BBM dan LPG Tercukupi
Dengan ketergantungan impor yang sangat besar, pemerintah harus menggelontorkan subsidi dalam jumlah signifikan setiap tahunnya. Untuk itu, menurut Bahlil, proyek DME sebagai substitusi LPG menjadi solusi konkret untuk menekan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Dia menjelaskan, harapan untuk mengandalkan temuan sumur gas baru guna meningkatkan produksi LPG domestik tidak realistis dalam waktu dekat. Pasalnya, karakteristik gas yang banyak ditemukan di Indonesia tidak sesuai untuk bahan baku LPG.
“Kalau kita mau tunggu hasil gas untuk bangun LPG, enggak mungkin terjadi. Kita lebih banyak C1, C2. Sedangkan untuk C3, C4 kita enggak punya,” katanya.
Gas yang dapat diolah menjadi LPG adalah yang mengandung propana (C3) dan butana (C4). Sementara sebagian besar gas yang ditemukan di Indonesia justru didominasi metana (C1) dan etana (C2), yang tidak optimal untuk produksi LPG.
Pemerintah mendorong hilirisasi batu bara menjadi DME sebagai substitusi impor LPG. Bahlil mengakui, kebijakan ini akan berdampak langsung pada volume impor LPG yang selama ini mencapai sekitar 8 juta ton per tahun.
Baca Juga
Pertamina Usulkan Konsumsi LPG 3 Kg Dibatasi, Satu KK Maksimal 10 Tabung Per Bulan
“Ini pasti importir, mohon maaf ya, yang biasanya 8 juta ke depan akan berkurang. Supaya membantu Pak Menteri Purbaya, supaya subsidinya bisa turun,” tegas Bahlil.
Proyek DME tidak hanya diarahkan untuk mengurangi impor dan subsidi, tetapi juga menjadi bagian dari agenda besar hilirisasi sumber daya alam. Dengan memanfaatkan batu bara dalam negeri untuk menghasilkan produk bernilai tambah, pemerintah berharap tercipta efek berganda bagi perekonomian, mulai dari investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan industri domestik.

