Anindya Soroti 5 Poin Pembahasan 'ABAC Meeting 2026'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia, Anindya N Bakrie menyoroti lima poin utama yang menjadi fokus pembahasan ABAC Meeting I 2026, dari integrasi ekonomi regional hingga inovasi digital.
“Kelima poin utama itu meliputi integrasi ekonomi regional, sustainability (keberlanjutan), digital dan inovasi, konektivitas, serta ekonomi dan keuangan,” kata Anindya dalam welcoming remarks acara Gala Dinner ABAC Meeting I 2026 di Jakarta, Minggu (8/2/2026) malam.
Anindya, yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menegaskan pentingnya peran 21 ekonomi anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dalam perekonomian global.
Baca Juga
“APEC adalah tempat bagi tiga miliar orang atau sekitar 40% populasi dunia, mencakup 50% perdagangan global dan 60% produk domestik bruto (PDB) dunia,” jelas dia.
Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menawarkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas nasional kepada investor negara-negara anggota APEC dalam rangkaian ABAC Meeting I 2026. Proyek yang ditawarkan meliputi proyek konektivitas hingga Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall).
“Ini merupakan arahan dan petunjuk Presiden Prabowo Subianto bahwa infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia harus tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” kata AHY.
AHY menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai proyek fisik, tetapi juga dampak ekonomi yang dihasilkan, termasuk menekan biaya logistik, pemerataan pembangunan, serta penciptaan lapangan kerja.
“Tadi saya menjelaskan konektivitas. Sebagai negara maritim dan kepulauan yang besar, kita tentu membutuhkan konektivitas antarwilayah agar tidak terjadi ketimpangan yang terlalu besar antara Jawa dan kawasan lain,” ungkap dia.
Baca Juga
AHY Tawarkan Proyek Konektivitas hingga 'Giant Sea Wall' di 'ABAC Meeting 2026'
Menurut AHY, penguatan infrastruktur mencakup transportasi darat, maritim, dan udara. Selain itu, pemerintah menyiapkan proyek-proyek strategis yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan. “Misalnya coastal protection, pengamanan Pantura Jawa yang sering kita dengar sebagai proyek Giant Sea Wall. Ini membutuhkan investasi besar,” tutur dia.
Ia menambahkan, proyek infrastruktur dasar lainnya, seperti jalan, jembatan, bendungan, energi, serta infrastruktur digital merupakan bagian dari prioritas yang terus dikawal pemerintah.
“Saya rasa forum ABAC ini menjadi forum yang sangat baik dan mudah-mudahan bisa mendatangkan kebaikan dalam sisi bisnis dan ekonomi Indonesia,” tutur AHY.

