Kadin: ABAC Meeting 2026 Punya Manfaat Perkuat Ekonomi RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, menyampaikan bahwa pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 tahun ini memberikan peluang besar untuk Indonesia dalam meningkatkan keterlibatan negara dalam pembahasan isu-isu ekonomi global yang sangat relevan.
Dengan tema besar "Openness, Connectivity, and Synergy," ABAC 2026 yang diadakan di Jakarta diharapkan menjadi ajang untuk mendorong kerjasama antara ekonomi-ekonomi dunia.
Shinta menjelaskan bahwa ABAC terdiri dari perwakilan pengusaha dari masing-masing negara anggota APEC, yang berfungsi memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin APEC, termasuk di bidang perdagangan, investasi, keberlanjutan, dan teknologi.
“ABAC tahun ini sangat penting karena berfokus pada keterbukaan antara ekonomi-ekonomi global, terutama dalam konteks trade dan supply chain,” ujar Shinta di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Shinta mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama tahun ini adalah meningkatkan konektivitas, baik dari sisi physical connectivity yang berhubungan dengan infrastruktur dan logistik, institutional connectivity yang berkaitan dengan aturan perdagangan, maupun people-to-people connectivity yang melibatkan pertukaran keterampilan dan mobilitas antar negara. Ini adalah isu-isu penting dalam memperkuat hubungan antarnegara dan mendorong integrasi ekonomi yang lebih besar.
“Indonesia juga memiliki inisiatif besar di ABAC, seperti pengembangan carbon market dan ekosistem kendaraan listrik (EV), yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia dan global,” tambahnya.
Baca Juga
Shinta menambahkan bahwa Indonesia juga memanfaatkan ABAC 2026 untuk mempromosikan sektor-sektor strategis Indonesia, termasuk sektor pariwisata, infrastruktur, dan investasi. Diharapkan dengan hadirnya CEO-CEO besar dari negara-negara APEC, Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi dan meningkatkan kerjasama bisnis bilateral yang saling menguntungkan.
“ABAC ini bukan hanya sekadar pertemuan bisnis, tapi juga kesempatan besar untuk menunjukkan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik,” ungkap Shinta.
Sebagai bagian dari legacy Indonesia dalam ABAC, Shinta juga mengungkapkan beberapa inisiatif yang sedang dijalankan, seperti Indonesia Impact Fund, yang bertujuan mendukung startup yang fokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, Indonesia juga aktif dalam pengembangan pasar karbon yang bertujuan untuk mendukung transisi energi berkelanjutan di Asia Pasifik.
Shinta berharap, melalui ABAC, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekonomi global yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
“Melalui berbagai inisiatif yang kami dorong, Indonesia berkomitmen untuk terus memainkan peran aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik,” tutup Shinta.

