AHY Tawarkan Proyek Konektivitas hingga 'Giant Sea Wall' di 'ABAC Meeting 2026'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menawarkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas nasional kepada investor negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dalam rangkaian ABAC Meeting I 2026. Proyek yang ditawarkan meliputi proyek konektivitas hingga Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall).
“Ini merupakan arahan dan direktif dari Presiden Prabowo Subianto bahwa infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia harus tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” kata AHY didampingi Ketua APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dalam acara Gala Dinner ABAC Meeting I 2026 di Jakarta, Minggu (8/2/2026) malam.
AHY menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai proyek fisik, tetapi juga dampak ekonomi yang dihasilkan, termasuk penurunan biaya logistik, pemerataan pembangunan, serta penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga
Indonesia Hosts ABAC I 2026 to Pitch Economic Potential to 21 APEC Economies
“Tadi saya menjelaskan konektivitas. Sebagai negara maritim dan kepulauan yang besar, kita tentu membutuhkan konektivitas antarwilayah agar tidak terjadi ketimpangan yang terlalu besar antara Jawa dan kawasan lain,” ungkap dia.
Menurut AHY, penguatan infrastruktur mencakup transportasi darat, maritim, dan udara. Selain itu, pemerintah menyiapkan proyek-proyek strategis yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan. “Misalnya coastal protection, pengamanan Pantura Jawa yang sering kita dengar sebagai proyek Giant Sea Wall. Ini membutuhkan investasi besar,” tutur dia.
Ia menambahkan, proyek infrastruktur dasar lainnya, seperti jalan, jembatan, bendungan, energi, serta infrastruktur digital merupakan bagian dari prioritas yang terus dikawal pemerintah.
“Saya rasa forum ABAC ini menjadi forum yang sangat baik dan mudah-mudahan bisa mendatangkan kebaikan dalam sisi bisnis dan ekonomi Indonesia,” kata AHY.
Sementara itu, Ketua ABAC Indonesia sekaligus Ketua Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menilai sektor infrastruktur nasional memiliki daya tarik besar bagi investor anggota APEC, mengingat peran strategis kawasan Asia Pasifik dalam perekonomian global.
“APEC itu mencakup 40% penduduk dunia, 50% dari investasi dunia, dan 60% dari perdagangan global. Sekitar 70% perdagangan Indonesia juga dengan negara-negara APEC,” tandas Anindya.
Kehadiran AHY dalam forum tersebut, menurut Anindya Bakrie, memberikan sinyal positif kepada komunitas bisnis internasional. “Kedatangan Pak Menko sangat memberikan semangat karena mereka ini dari dua pusat ekonomi dan masing-masing mengirim komunitas bisnis dengan kapitalisasi pasar total sekitar US$ 1,2 triliun,” ucap Anindya.
Baca Juga
Gelar Pertemuan ABAC I 2026, Indonesia 'Jualan' Potensi Ekonomi ke 21 Negara
Anindya menambahkan, isu konektivitas, keberlanjutan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian utama para pelaku usaha yang tergabung dalam ABAC.
“Pak Menko (AHY) memberikan gambaran bahwa konektivitas sangat penting, bukan hanya fisik tapi juga nonfisik sampai kepada human capital. Ini sangat cocok dengan tema-tema ABAC,” imbuh dia.
Terkait agenda prioritas ABAC Meeting 2026, Anindya menyebut empat fokus utama yang dibahas. “Nomor satu konektivitas, kedua sustainability, ketiga digital innovation, dan keempat financial inclusion. Semuanya sangat relevan bagi Indonesia, dan Indonesia bisa menjadi contoh bagi mereka (21 ekonomi anggota APEC, red) semua,” papar dia.

