Kadin Gandeng APF Canada Dorong UMKM Perempuan RI Tembus Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat kerja sama dengan Asia Pacific Foundation of Canada (APF Canada) untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang dikelola perempuan, agar mampu menembus pasar global dan negara-negara anggota APEC.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Kanada setelah ditandatanganinya Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir 2025.
“UMKM di Indonesia jumlahnya sekitar 60 juta dan lebih dari setengahnya dikelola perempuan. Untuk membantu mereka berkembang, dibutuhkan akses pasar yang lebih luas, dukungan likuiditas, serta model bisnis yang mudah diadopsi,” kata Anindya usai penandatanganan nota kesepahaman dengan APF Canada, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Anindya menambahkan, Kadin berperan sebagai mitra untuk memastikan pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang pasar yang telah dibuka pemerintah melalui perjanjian perdagangan. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi pembiayaan, pelatihan, serta pendampingan usaha.
Baca Juga
Kadin Ungkap Peluang Peningkatan Kerja Sama Dagang Indonesia dan Australia
"Untuk membantu perempuan, dibutuhkan akses pasar yang lebih baik, akses likuiditas yang lebih besar, serta desain model bisnis yang benar-benar memudahkan mereka untuk mengadopsinya," terang Anindya Bakrie.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden dan CEO Asia Pacific Foundation of Canada Jeff Nankivell mengatakan, pemberdayaan UMKM perempuan merupakan kebijakan jangka panjang Pemerintah Kanada. Menurutnya, usaha kecil adalah tulang punggung perekonomian, baik di Indonesia maupun Kanada.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat akan melakukan riset bersama, menyelenggarakan berbagai kegiatan, serta mendorong peningkatan mobilitas pelaku usaha, akademisi, dan profesional antara Indonesia dan Kanada.
“Jika usaha kecil tidak berhasil, maka perekonomian nasional juga tidak akan berhasil. Karena itu, menciptakan peluang dan akses sumber daya bagi usaha yang dipimpin perempuan adalah prioritas kami,” ungkap Jeff.

