Kadin Ungkap Peluang Peningkatan Kerja Sama Dagang Indonesia dan Australia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anindya Novyan Bakrie, mengungkap adanya peluang peningkatan dagang antara Indonesia dengan Australia. Ia membeberkan, sejak dilakukan penandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) sekitar lima tahun lalu, nilai perdagangan kedua negara melonjak hingga tiga kali lipat.
Anindya menyebutkan, perjanjian kerja sama lewat Indonesia-Australia CEPA sudah layak untuk diperbaharui demi menyesuaikan kebutuhan yang semakin berkembang.
"Saya yakin bisa naik 3 kali lagi bahkan lebih dalam waktu 5 tahun ke depan. Jadi ini suatu contoh buat kerjasama dengan tetangga bisa menghasilkan manfaat yang besar," kata Anindya saat ditemui usai menghadiri agenda pertemuan dengan delegasi calon investor asal Australia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurut Anindya, pertemuan Kadin bersama para calon investor asal Australia ini menyasar sejumlah pembahasan strategis. Pertama, adalah bagaimana memanfaatkan peluang sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang tersebar di Australia. Ia memperkirakan, ada sekitar 250 ribu mahasiswa yang tengah menempuh studi di Australia.
Baca Juga
Kadin: Danantara dan Pasar Karbon Perlu Terintegrasi dalam Strategi Pertumbuhan Hijau
"Dan ada juga migrant workers atau tenaga kerja migran itu juga sangat dibutuhkan," sebutnya.
Kemudian, Anindya menyebut pertemuan itu juga membahas bagaimana rencana penguatan sektor agrikultur. Kadin membeberkan, melalui program makan bergizi gratis (MBG), peluang investasi pada sektor agrikultur di Indonesia menjadi sangat strategis.
"Dengan ramai-nya program MBG, mereka mempunyai banyak sekali protein dan sayuran yang bukan hanya bisa untuk berdagang tapi juga investasi," ujar dia.
CEO Bakrie & Brothers Tbk itu melanjutkan, peluang terakhir yang dijajakan adalah sektor mineral kritis seperti koper, gold, serta nikel. Produk olahan dari sektor mineral kritis ini, kata Anindya, menjadi bahan yang sangat diperlukan bagi industri elektrifikasi hingga pembuatan stainless steel.
"Saya rasa ini sangat positif dan Kadin sangat mendukung peluang peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Australia," sebut Anindya.

