Wamendag Roro Dorong RI-Canada CEPA Hasilkan Kesepakatan Substansial Akhir Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengungkapkan komitmen Indonesia dan optimismenya agar perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) menghasilkan kesepakatan substantial.
"Indonesia berkomitmen untuk terus bernegosiasi secara konstruktif dan menghargai fleksibilitas Kanada yang memungkinkan tercapainya kesepakatan. Kami optimistis, perundingan menghasilkan kesepakatan substansial pada akhir tahun ini," ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/11/2024).
Pada putaran kali ini, Indonesia dan Kanada akan melanjutkan pembahasan pada isu-isu runding yang tersisa, seperti akses pasar untuk barang dan jasa, investasi, pembangunan berkelanjutan, serta diskusi mineral kritis.
Putaran ke-10 ini ditargetkan menjadi perundingan putaran akhir Indonesia-Canada CEPA. Penyelesaian perundingan Indonesia-Canada CEPA merupakan salah satu fokus program kerja Kementerian Perdagangan dalam rangka perluasan pasar ekspor, bersama dengan penyelesaian perundingan dengan Eurasia dan Peru.
Baca Juga
Kemendag Awasi Penjualan iPhone 16 dan Google Pixel di E-commerce
Lebih lanjut, Wamendag Roro juga menekankan pentingnya fleksibilitas dan solusi kreatif dari kedua belah pihak dalam menyelesaikan isu-isu kompleks yang membutuhkan solusi bersama.
"Perundingan perlu fleksibilitas dan kreativitas. Karena itu, saya sampaikan apresiasi bagi kedua delegasi atas kerja keras dan dedikasinya. Menyesuaikan ambisi tidak berarti mengorbankan hasil yang diharapkan, tetapi mencerminkan pendekatan yang seimbang untuk solusi yang dapat diterima kedua pihak," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI Djatmiko Bris Witjaksono sekaligus Ketua Delegasi Indonesia bertemu Associate Assistant Deputy Minister Global Affairs Canada Aaron Fowler selaku Ketua Delegasi Kanada.
"Sesuai arahan Menteri Perdagangan Budi Santoso, Pemerintah Indonesia berkomitmen memperluas pasar ekspor. Perundingan perdagangan internasional seperti Indonesia-Canada CEPA dapat menjadi jalan membuka akses pasar dan mengurangi hambatan perdagangan Indonesia-Kanada," terang Wamendag Roro.
Baca Juga
Tingkatkan Kenyamanan Bertransaksi, Bank Mandiri Hadirkan Layanan Verifikasi Bank Garansi
Wamendag Roro juga meyakini, perundingan ini dapat memperkuat perdagangan bilateral yang mendukung tujuan ekonomi kedua negara. Dengan kata lain, memberi manfaat bagi Indonesia dan Kanada.
"Saya meyakini, besarnya potensi ekspor tersebut dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia melalui tarif preferensi. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di pasar global," imbuhnya.

