Menteri PU Minta BUJT Tuntaskan Perbaikan Jalan Tol H-7 Lebaran 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menginstruksikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mempercepat perbaikan kerusakan jalan dalam rangka menghadapi arus mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah. Seluruh pekerjaan preservasi jalan, termasuk penutupan lubang di ruas tol, ditargetkan selesai paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan, penambalan lubang di jalan tol merupakan standar operasional yang wajib dilaksanakan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik.
“Oh iya pasti, jadi semua lubang di jalan tol itu kan mesti tertutup sebelum H-7 (Lebaran) kan. Itu kan sudah wajib,” kata Dody kepada wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Harga Referensi CPO Melonjak Jelang Ramadan, Permintaan Tinggi Tapi Produksi Seret
Selain perbaikan infrastruktur jalan, Kementerian PU juga akan menyiagakan personel di sejumlah posko pemantauan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Petugas tersebut bertugas melakukan pengecekan rutin pada ruas jalan di wilayah kerjanya untuk mengantisipasi potensi kerusakan baru akibat peningkatan volume dan beban kendaraan.
Apabila ditemukan kerusakan mendadak saat arus mudik berlangsung, Dody meminta tim lapangan melakukan penanganan darurat secara cepat melalui metode patching agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Memastikan bahwa selama arus mudik ini, hampir H-7 sampai H+7 itu enggak ada lagi lubang di sepanjang jalan. Walaupun ada lubang, segera dilakukan patching-patching cepat,” tutur Dody.
Menurut Dody, pemerintah juga menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan banjir sebagai langkah mitigasi risiko bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi selama musim mudik.
Baca Juga
Kesiapan infrastruktur jalan tol ini dilakukan seiring dengan rencana pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 13 triliun untuk insentif Ramadan dan Idulfitri 2026. Insentif tersebut akan dialokasikan untuk diskon transportasi serta bantuan sosial.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, insentif Ramadan dan Idulfitri 2026 akan mencakup diskon sejumlah tarif transportasi serta bantuan sosial berupa kebutuhan pokok seperti beras dan minyak. “Nanti kami umumkan. (Target anggarannya) sudah ada. Kisarannya Rp 13 triliun,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

