Kebutuhan AI Meningkat, Equinix Jamin Data Center Berdaya Tinggi di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kebutuhan infrastruktur data center di Indonesia terus meningkat seiring adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri. Equinix melihat lonjakan permintaan terutama pada kapasitas daya dan kesiapan teknologi untuk beban kerja AI.
President Director Equinix Indonesia Haris Izmee mengatakan tren AI mendorong perubahan signifikan pada desain data center. “Kalau sebelumnya power density per kabinet itu rata-rata 2-3 kilowatt, sekarang bisa naik di atas 10 kilowatt, bahkan menuju 30 kilowatt,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Haris menyebut pada fase awal banyak perusahaan masih bereksperimen dengan AI, terutama untuk pelatihan model. Kini, penggunaan AI mulai bergeser ke tahap aplikasi nyata atau inference yang membutuhkan infrastruktur lebih dekat ke pengguna.
Equinix pun menyiapkan data center yang mampu mendukung beban kerja berdaya tinggi (high-density), termasuk untuk GPU dan AI inference. “Ke depan, kami harus ready untuk higher density workload, karena AI akan semakin dipakai secara luas,” lanjut Haris.
Baca Juga
Groq-Equinix Hadirkan Layanan AI Latensi Rendah di Asia-Pasifik
Diketahui, Equinix telah mengoperasikan data center JK1 di daerah Jakarta Pusat yang dirancang sebagai retail data center berbasis ekosistem dan konektivitas. Perusahaan menyebut lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan Cyber One, pusat pertukaran internet terbesar di Indonesia, demi menjaga latensi tetap rendah.
Haris menambahkan, tren tahun ini yang menguat adalah hybrid multi-cloud dan tuntutan data residency. “Hampir semua customer sekarang ingin datanya tetap di Indonesia, tapi tetap bisa mengakses teknologi dan AI dari global,” tutupnya.

