Insentif Otomotif Dikaji Kemenkeu, Menperin Harap Bisa Dirilis Sebelum Puasa
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berharap kebijakan insentif otomotif dapat segera diterapkan sebelum ramadan atau bulan puasa agar mampu mendorong pergerakan pasar yang saat ini masih tertahan.
Kendati demikian, Menperin Agus memahami sikap dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sangat berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan fiskal, salah satunya dalam mengeluarkan sebuah insentif.
“Kalau dari kami tentu maunya secepatnya supaya market bisa bergerak lebih cepat. Tapi kami juga menghargai dan mengerti alasan Kemenkeu yang sangat ekstra hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan fiskalnya,” ucap Menperin saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga
Ia menjelaskan, kehati-hatian tersebut berkaitan dengan kondisi dan kekuatan fiskal negara, serta perhitungan atau analisis mengenai biaya dan manfaat dari pemberian insentif otomotif. Seluruh aspek tersebut, menurutnya, telah dipaparkan Kemenperin secara komprehensif kepada Kemenkeu.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa usulan insentif otomotif yang diajukan tahun ini disusun dengan skema yang jauh lebih detail dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat kedetailan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari teknologi kendaraan hingga segmen penggunaannya.
Selain itu, menurut politikus Partai Golkar tersebut, indikator Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga berpotensi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan skema insentif tersebut.
"Macam-macam, tapi yang pasti jauh lebih detail. Sehingga insentifnya kalau memang nanti disetujui oleh Kemenkeu itu insentif yang tepat sasaran," beber Menperin Agus Gumiwang.

