Menperin "Rayu" Menkeu soal Insentif Otomotif 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait usulan insentif sektor otomotif pada 2026.
Menperin Agus menilai Menkeu Purbaya memiliki perhatian besar untuk kemajuan industri manufaktur Indonesia. Hal ini sudah terlihat saat anggaran senilai Rp 200 triliun dikucurkan kepada perbankan dan berdampak terhadap sektor rill.
"Untuk insentif atau stimulus otomotif juga kemarin sudah kita kirimkan surat kepada bapak menteri keuangan," ucap Menperin Agus saat konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga
Kemenperin: Salah Besar Jika Anggap Kinerja Industri Otomotif Sedang Kuat
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, sebelum insentif untuk sektor otomotif tersebut diusulkan, pihaknya telah melakukan diskusi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) guna menyusun rumusan insentif tersebut.
"Dalam beberapa pembahasan di awal, kami mengundang Gaikindo untuk bersama-sama Kemenperin membahas opsi, bentuk, atau rumusan stimulus insentif yang kita usulkan ke menteri keuangan," terangnya.
Lebih lanjut, Menperin Agus mengatakan, insentif yang diusulkan Kemenperin tersebut untuk melindungi sektor otomotif. Apalagi menurutnya, ekosistem ini memiliki peran besar pada industri manufaktur, termasuk tenaga kerja yang harus dilindungi.
Baca Juga
7 Mobil Tangki Pertamina Pasok BBM ke SPBU Bener Meriah Lewat Jalur Darat
"Tentu interest dari Kemenperin hanya satu, melindungi tenaga kerja yang ada di sektor otomotif, karena forward dan backward linkage di sektor otomotif itu terlalu besar, terlalu besar, makanya itu yang harus kita lindungi," ungkap Menperin Agus.
Dalam paparan Kemenperin dijelaskan, industri alat angkut pada triwulan I-III 2025 mengalami kontraksi sebesar -1,95%. Jika dilihat dari penjualan kendaraan roda empat atau total whole sales Januari sampai November 2025 sebanyak 710.084 unit atau turun 9,6% pada periode yang sama tahun lalu.

