Indonesia-Australia Jalin Kerja Sama Perkuat Industri Kreatif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama di sektor industri kreatif sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan talenta. Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya dengan Menteri Urusan Seni Australia Anthony Stephen Burke di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Pertemuan ini menjadi kelanjutan dialog strategis kedua negara dalam membangun sinergi industri kreatif, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah lintas sektor.
Teuku Riefky menyampaikan bahwa Indonesia melihat Australia sebagai mitra penting dalam pengembangan ekosistem kreatif, terutama dalam hal penguatan kapasitas pelaku industri, akses pasar global, serta kolaborasi lintas subsektor seperti film, musik, seni pertunjukan, desain, dan konten digital.
“Industri kreatif bukan hanya soal ekspresi budaya, tetapi juga mesin ekonomi. Kolaborasi Indonesia-Australia diharapkan mampu menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi pelaku industri di kedua negara,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, dengan karakter pasar dan kekuatan ekosistem yang saling melengkapi, kerja sama ini berpotensi membuka peluang investasi, pertukaran talenta, hingga pengembangan proyek bersama yang berorientasi ekspor.
Baca Juga
Menekraf: Investasi Ekraf Rp 132 T, Ekspor US$ 29 Miliar di Tahun 2025
Di sisi lain, Menteri Urusan Seni Australia Anthony Stephen Burke menilai Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri kreatif di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
“Kerja sama ini membuka ruang bagi pertukaran ide, praktik terbaik, dan inovasi, sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui seni dan kreativitas,” jelas Burke.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi jangka panjang yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, serta institusi pendidikan. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong ekosistem kreatif yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

