Industri Alat Kesehatan RI-Turki Jalin Kerja Sama Senilai US$ 10,5 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri alat kesehatan, agar bisa semakin berdaya saing global. Salah satunya adalah dengan memasuki pasar Eropa dan Timur Tengah.
Hal tesebut dilakukan oleh Kemenperin bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Turki, yang menggelar Business Forum on Enhancing the Collaboration of Indonesia-Turkey Medical Device industry di Istanbul, Turki. Melalui forum bisnis ini juga diharapkan dapat terjalin kerja sama investasi industri alat kesehatan Indonesia dan Turki. Terlebih, industri tersebut merupakan salah satu sektor andalan dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) dan sektor prioritas yang ada di peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Kerja sama ini, pertama, antara PT Haloni Jane Tbk dan ERK Medikal Saglik Hizmetleri. Keduanya bekerja sama dalam distributor agreement untuk produk Latex Gloves supply, dengan potensi transaksi mencapai USD 9 juta,” kata Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Yan Sibarang Tandiele, dalam keterangan pada Kamis (9/5/2024).
“Kerja sama ini, pertama, antara PT Haloni Jane Tbk dan ERK Medikal Saglik Hizmetleri. Keduanya bekerja sama dalam distributor agreement untuk produk Latex Gloves supply, dengan potensi transaksi mencapai USD 9 juta,” kata Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Yan Sibarang Tandiele, dalam keterangan pada Kamis (9/5/2024).
MoU kedua, antara PT Atra Widiya Agung dengan Uzman Sterilization System. Kedua perusahaan ini akan berkolaborasi dalam distribusi penjualan container system dan pabrikasi di Indonesia pada tahun 2024-2027, dengan nilai kerja sama mencapai USD 1,5 juta.
“Dengan kemampuan tersebut, kami juga berupaya untuk membuka dan memperluas akses pasar ekspor bagi industri alat kesehatan dalam negeri,” ungkap Yan Sibarang Tandiele.
Industri Logam Tumbuh Pesat 12,09%
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perindustrian sekaligus Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, sektor industri Indonesia
tumbuh. Ini antara lain sektor industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE), yang sedang tumbuh pesat mencapai 12,09%.
“Kami pun aktif memacu kerja sama yang menguntungkan antara industri alat kesehatan Indonesia dan Turki. Ini baik itu kerja sama bidang distribusi, R&D mupun investasi,” tambah Febri.
Baca Juga
Jelang Rights Issue, Pengendali Ini Aktif Tambah Saham Harita Nickle (NCKL)

