Apartemen Subsidi Meikarta 'Groundbreaking' 8 Maret, Investasi Tembus Rp 39 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan groundbreaking pada 8 Maret 2026. Proyek ini diperkirakan menelan nilai investasi hingga Rp 39 triliun di luar nilai tanah.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) dalam acara land clearing rumah susun subsidi Meikarta, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga
Meikarta Perkuat Posisi Kota Mandiri, 3.600 Unit Apartemen Sudah Dihuni
“Hari ini kita melakukan land clearing, Minggu (8/3/2026) kita pasang tiang-tiang fondasi, dan pada 17 Agustus 2026 kita bangun ke atas. Jadi kita punya roadmap yang jelas,” kata Ara.
Apartemen subsidi Meikarta akan dibangun di tiga kawasan dengan luas masing-masing sekitar 10 hektare (ha). Dalam satu kawasan, direncanakan terdapat 18 tower dengan total sekitar 2.600 unit.
Pengembang Meikarta menawarkan tiga tipe unit, yakni satu kamar tidur untuk tipe 27, dua kamar tidur (tipe 37), dan tiga kamar tidur (tipe 45). Secara keseluruhan, proyek yang merupakan aset PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ini akan menghasilkan total 141.000 unit apartemen subsidi atau setara 54 tower.
“Saya rasa inilah pembangunan rumah susun atau apartemen subsidi untuk rakyat terbesar yang pernah Indonesia buat hari ini. Jadi, 30 hektare bisa dapat 141.000 unit dengan tiga model,” ucap Ara.
Baca Juga
Pemerintah Bidik Rusun Subsidi di Meikarta untuk Pekerja Industri Dibangun Mei 2026
Selain hunian, kawasan apartemen subsidi ini juga akan dilengkapi fasilitas umum dan sosial, antara lain area komersial dan ritel, kantong parkir di tiga lantai pertama dari total 32 lantai masing-masing tower, klinik, tempat ibadah, kantor polisi, hingga ruang terbuka hijau.
Ara menyebut, investasi pembangunan apartemen subsidi tersebut mencapai sekitar Rp 13 triliun untuk satu kawasan. “Saya rasa ini nilai investasinya untuk satu kawasan bisa Rp 13 triliun di luar tanah. Berarti kalau tiga (kawasan) Rp 39 triliun,” pungkasnya.

