Kang Dedi: Apartemen Subsidi Meikarta Bisa Atasi 'Backlog' Bekasi 10 Tahun
Poin Penting
|
KABUPATEN BEKASI, investortrust.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut pengembangan apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi dinilai mampu menyelesaikan kesenjangan kebutuhan hunian (backlog) masyarakat di Bekasi hingga 10 tahun ke depan.
“Menurut saya, area Meikarta ini sudah bisa menyelesaikan kebutuhan rumah masyarakat Bekasi 10 tahun ke depan,” kata Dedi saat ditemui seusai acara land clearing rumah susun subsidi untuk rakyat di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga
Menteri Ara Sambangi KPK, Konsultasi Rencana Rusun Subsidi di Meikarta
Ia menambahkan, konsep pembangunan serupa juga akan diterapkan di sejumlah kawasan lain di beberapa wilayah Jawa Barat. “Nanti kita bangun di kawasan Bandung Raya, Bogor Raya, Depok. Kemudian kawasan industri di Subang, di Indramayu, kita harapkan ke depan pola pembangunan perumahan karyawannya ada apartemen,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama dalam memberikan subsidi penyiapan hunian vertikal sebagai solusi jangka panjang untuk menekan backlog 9,9 juta kepemilikan rumah yang berjalan beriringan dengan ketahanan pangan.
“Sedangkan untuk kawasan perumahan, pemerintah pusat dan daerah bisa bekerja sama untuk memberikan subsidi untuk penyiapan perumahan-perumahan vertikal. Karena itu satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan sawah sebagaimana visinya Pak Prabowo,” pungkas Dedi.
Baca Juga
Meikarta Komitmen Bangun 36 'Tower' Rusun Subsidi, Berapa Harganya?
Menurut Kang Dedi, pembangunan hunian vertikal diperlukan untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian, khususnya sawah, yang dinilai sulit untuk dicetak kembali jika sudah beralih fungsi. “Kalau sudut pandangnya penyelamatan lingkungan, penyelamatan ketahanan pangan, ketersediaan sawah, menurut saya kan sawah susah dicetak baru, tetapi yang ada dipertahankan,” jelas Dedi.
Terkait peluang pembelian apartemen subsidi Meikarta dengan sistem inden, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan hal tersebut masih dalam tahap pembahasan. “Kita bicarakan, kita diskusikan semuanya ya,” tutur dia.

