Sumur Sulit Jadi 'Cuan', PHM Tambah Produksi 2.000 Barel dari Lapangan Handil
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan tambahan produksi minyak 2.000 barel per hari pada awal 2026 dari dua sumur high pour point oil (HPPO) di Lapangan Handil, Kalimantan Timur, melampaui proyeksi awal di atas target work program & budget (WP&B) 2026 sekitar 400 barel per hari.
Dengan capaian ini, total kontribusi produksi dari sumur HPPO di wilayah operasi PHM meningkat menjadi 3.000 barel per hari, termasuk satu sumur HPPO di Lapangan Tambora yang telah berproduksi sejak 2024.
Senior Manager Production PT Pertamina Hulu Mahakam, Robert Roy Antoni, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan chemical treatment berupa pour point depressant yang mampu menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat celsius.
“Blok Mahakam merupakan lapangan mature dengan karakteristik sumur yang semakin menantang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen kami untuk terus mencari solusi agar sumur-sumur challenging, atau sumur yang memiliki kompleksitas tinggi dan sebelumnya belum tersentuh, dapat diproduksikan secara optimal,” ujar Robert dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga
Pertamina Usulkan Konsumsi LPG 3 Kg Dibatasi, Satu KK Maksimal 10 Tabung Per Bulan
Kedua sumur HPPO di Lapangan Handil memiliki karakteristik minyak dengan titik tuang lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa yang berada di kisaran 25 derajat celsius. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan minyak mengeras dan menghambat aliran produksi apabila tidak ditangani dengan metode khusus.
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, menyampaikan bahwa pengalaman dan kompetensi teknis menjadi modal utama perusahaan dalam menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks.
Sebelumnya, PHM berhasil mengoperasikan 17 sumur minyak beremulsi dengan memanfaatkan fasilitas eksisting di lapangan gas Tunu, Tambora, Sisi Nubi, Peciko, dan South Mahakam. Pengembangan tersebut secara kumulatif menghasilkan tambahan produksi hingga 5.200 barel per hari berdasarkan pengukuran di kepala sumur.
Dengan tambahan produksi dari sumur HPPO dan sumur beremulsi, PHM memasuki 2026 dengan rata-rata produksi minyak mencapai 25.000 barel per hari. Angka tersebut sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan target WP&B yang ditetapkan pemerintah.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan operasi dan bisnis merupakan kunci dalam mendukung kebijakan transisi energi Pertamina, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2029 atau lebih cepat,” tegas Setyo.
Baca Juga
Lampaui Target, Kilang Pertamina Tekan Emisi 450.000 Ton CO2eq
Ia menambahkan bahwa investasi di sektor hulu migas, baik eksplorasi maupun eksploitasi, tetap menjadi kebutuhan utama untuk menjaga keberlanjutan produksi perusahaan. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita Pemerintah terkait swasembada energi dan penguatan ketahanan energi nasional.
PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan salah satu anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bagian PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang beroperasi di zona 8 dan menjadi kontributor utama produksi migas nasional dari wilayah Kalimantan Timur.

