Bagikan

BPH Migas Tetapkan Kuota Pertalite 29,2 Juta KL dan Solar 18,6 Juta KL pada 2026

Poin Penting

BPH Migas menetapkan kuota BBM 2026 untuk minyak tanah, solar, dan Pertalite.
Pemerintah menargetkan pembangunan 55 penyalur BBM satu harga baru.
Target PNBP sektor hilir migas 2026 dipatok Rp 1.295,15 miliar.

JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mematok sejumlah target strategis pada 2026 untuk memperkuat pengelolaan sektor hilir migas. Salah satunya adalah menetapkan kuota distribusi jenis bahan bakar tertentu (JBT) dan jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP).

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan, pada 2026 BPH Migas menetapkan kuota JBT minyak tanah sebesar 526.000 kiloliter (KL), sedangkan JBT solar sebesar 18.636.500 KL, dan JBKP Pertalite sebesar 29.267.947 KL.

Baca Juga

BPH Migas Ungkap Pertalite Terserap 89,93% Sepanjang 2025

“BPH Migas telah menetapkan penyaluran kuota jenis bahan bakar tertentu dan jenis bahan bakar khusus penugasan 2026 untuk minyak tanah 526.000 KL, kemudian minyak solar 18.636.500 KL, kemudian JBKP Pertalite 29.267.947 KL,” ujar Wahyudi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Masyarakat mengantri di sebuah SPBU ketika akan mengisi BBM jenis Pertalite untuk sepeda motor mereka. Pemerintah mulai menerapkan penggunaan barcode untuk pembelian Pertalite agar subsidi untuk BBM jenis Pertalite tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang berhak. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa (Dicki Antariksa)
Source: Investortrust

Selain itu, BPH Migas juga menargetkan pembangunan 55 lembaga penyalur BBM satu harga baru pada 2026. Dengan tambahan tersebut, jumlah lembaga penyalur BBM satu harga secara kumulatif ditargetkan mencapai 654 lembaga penyalur.

Selain pembangunan penyalur baru, BPH Migas menargetkan pengawasan operasional BBM satu harga terhadap 71 lembaga penyalur pada 2026. Dengan demikian, total lembaga penyalur yang berada dalam pengawasan BPH Migas secara kumulatif mencapai 654 lembaga penyalur.

Baca Juga

Pertamina Pastikan Pertalite Tidak Mengandung Etanol

Dari sisi kontribusi fiskal, BPH Migas menargetkan PNBP sebesar Rp 1,295 triliun pada 2026. Target tersebut mencerminkan optimisme BPH Migas terhadap kinerja sektor hilir migas, seiring penguatan pengawasan, perluasan infrastruktur, dan peningkatan aktivitas niaga gas bumi.

“Seluruh program strategis ini kami arahkan untuk memastikan keadilan energi, menjaga ketahanan pasokan, serta meningkatkan kontribusi sektor hilir migas bagi negara,” ucap Wahyudi.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024