Pertamina Pastikan Pertalite Tidak Mengandung Etanol
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa produk BBM Pertalite (RON 90) yang saat ini beredar di seluruh SPBU Pertamina tidak diproduksi dengan tambahan etanol.
Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa Pertalite telah dicampur dengan etanol. Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Baca Juga
Konsumsi LPG Akan Naik 6,7% dan Pertalite 11,2% Selama Ramadan-Idulfitri
Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Dumatubun menjelaskan, Pertalite merupakan produk bensin RON 90 yang berasal dari hasil pencampuran komponen hidrokarbon eks kilang (gasoline base), bukan dari bioetanol. Dia menegaskan, hal ini dapat dibuktikan melalui uji laboratorium resmi.
“Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh produk BBM, termasuk Pertalite, diproduksi dan didistribusikan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tidak ada penambahan etanol dalam proses produksi maupun distribusi Pertalite,” ujar Roberth kepada media, Rabu (8/10/2025).
Pertamina Patra Niaga juga menyoroti adanya kesalahpahaman akibat percobaan mencampur Pertalite dengan air. Hasil percobaan yang menampilkan dua lapisan cairan tidak dapat dijadikan bukti adanya etanol. Secara ilmiah, bensin memang bersifat non-polar sehingga tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat polar.
“Munculnya lapisan di bawah setelah dikocok adalah air dan sedikit komponen gasoline yang memiliki sifat kepolaran yang memang bisa larut sebagian. Fenomena ini alami dan dapat terjadi pada seluruh jenis bensin di dunia,” jelas Roberth.
Baca Juga
Pertalite hingga Avtur, Semua BBM Pertamina Lulus Tes Mutu di Laboratorium Independen
Roberth menegaskan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kualitas setiap produk BBM yang dipasarkan. Seluruh produk Pertamina dipastikan telah melalui proses quality control yang ketat di setiap tahap rantai pasok hingga SPBU.
“Percobaan yang tidak diawasi dan terjamin validitasnya serta terverifikasi dari alat uji yang terkalibrasi adalah semata praktik penyesatan informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Roberth.

