Fabrikasi Lapangan Bambu Merah Dimulai, Pertamina EP Bidik Tambahan Produksi Gas 8 MMSCFD
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) memasuki fase krusial pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) dengan dimulainya tahap fabrikasi Gas Dehydration Package yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU).
Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas eksisting di SP CLU melalui peningkatan kapasitas fasilitas produksi. Nantinya, produksi minyak dari lapangan ini akan dialirkan ke Booster Station (BS) Cilamaya, sementara gas akan diproses hingga memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan dikombinasikan dengan produksi gas dari lapangan lain.
Baca Juga
Strategi Pertamina Jaga Produksi Migas dan Investasi Rendah Karbon
Secara keseluruhan, struktur Bambu Merah diproyeksikan menghasilkan produksi puncak hingga 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) atau setara 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara net.
Fasilitas yang dikembangkan meliputi gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, dehydration unit (DHU) berkapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit gas compressor masing-masing berkapasitas 0,5 MMSCFD, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Manager Project Pertamina EP Zona 7 Ahmad Firdaus Fasa menyatakan bahwa dimulainya tahap fabrikasi merupakan tonggak penting bagi keberhasilan proyek Bambu Merah.
“Tahap fabrikasi ini menjadi milestone penting dalam pengembangan Lapangan Bambu Merah. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, serta kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, dan mitra kerja menjadi kunci pencapaian target operasional,” ujar Firdaus, Selasa (27/1/2026).
Sementara itu, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7 Wazirul Luthfi menegaskan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional.
“Pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara merupakan wujud komitmen Pertamina EP Zona 7 dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan. Seluruh tahapan proyek kami pastikan berjalan sesuai aspek HSSE (health, safety, security, and environment) dan tata kelola yang baik, dengan koordinasi intensif bersama SKK Migas dan pemangku kepentingan lainnya,” jelas dia.
Baca Juga
Operasi Aman dan Efisien, Pertamina Hulu Indonesia Jadi Contoh Hulu Migas
Pekerjaan fabrikasi Gas Dehydration Package dilaksanakan oleh PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi pengerjaan 280 hari kalender, terhitung mulai 5 Desember 2025. Setelah tahap fabrikasi rampung, paket DHU dijadwalkan dikirim ke SP CLU pada pertengahan September 2026, untuk selanjutnya memasuki tahap konstruksi dan commissioning selama sekitar dua bulan.
Pertamina EP Zona 7 menargetkan fasilitas baru Lapangan Bambu Merah dapat mulai beroperasi (startup/onstream) pada November 2026, sekaligus memperkuat kontribusi produksi migas nasional dari wilayah Jawa Barat.

