Menperin Sebut Pemulihan 2.824 Industri Kecil Terdampak Bencana Butuh Dana Rp 318 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, jumlah industri kecil dan menengah (IKM) yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu mencapai 2.824 usaha.
Dari data yang dipaparkan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, jumlah usaha yang paling banyak terdampak bencana berada di Provinsi Aceh, yang mencapai 1.960 industri. Diikuti Sumatra Barat sebanyak 647 unit usaha, serta di Sumatra Utara (Sumut) sebanyak 217 IKM.
"Berdasarkan data rekapitulasi yang kami dapatkan dari daerah hingga tanggal 23 Januari, terdapat 2.826 industri kecil menengah yang terdampak bencana di tiga provinsi," ucap Menperin Agus, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan rincian sektor atau subsektornya, IKM yang terdampak bencana didominasi oleh sektor pangan, furnitur, dan bahan bangunan dengan total 1.706 unit, diikuti sektor kimia, sandang, dan juga kerajinan sebanyak 699 unit, serta logam mesin dan aneka sebanyak 408 unit. Dan berikutnya sektor lainnya sebanyak 11 unit
Menurut Menperin Agus, kondisi ini menegaskan bahwa dampak bencana paling besar terjadi pada sektor-sektor berbasis kebutuhan dasar dan aktivitas produksi lokal. Untuk itu ia menyiapkan pemulihan industri kecil pascabencana yang disusun melalui dua pendekatan utama.
"Yaitu berbasis sentra IKM melalui rumah produksi bersama, dan berbasis unit usaha melalui fasilitasi langsung pada kelompok usaha bersama atau KUB industri kecil. Pendekatan ini dirancang untuk menjawab kondisi beragam dari industri kecil yang terdampak, baik yang tidak dapat kembali beroperasi secara mandiri, maupun yang kita anggap masih memiliki potensi untuk segera memulai kembali usahanya," paparnya.
Baca Juga
Menperin: Pertama Kali dalam 14 Tahun, Pertumbuhan Manufaktur Salip Pertumbuhan Ekonomi
Pemulihan lainnya yang dilakukan adalah dengan memberikan bantuan mesin dan peralatan sederhana atau layanan produksi sementara. Upaya ini akan direalisasikan dengan kerja sama antara pemerintah daerah dengan kementerian atau lembaga terkait. Serta juga pemenuhan kebutuhan bahan baku, akses pasar, dan pembiayaan.
Untuk mewujudkan pemulihan industri pasca bencana itu, total anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 318 miliar. Dana tersebut akan diperuntukan salah satunya untuk memberikan bantuan mesin dan peralatan yang diperkirakan akan mencapi Rp 98,8 miliar.
"Selain itu, juga terdapat beberapa program kegiatan lain, selain bantuan mesin, peralatan yang akan dimasukkan ke dalam program Restart IKM, sehingga total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 318 miliar," terang Menperin Agus.

