Menteri UMKM: Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Sumatra Diproyeksi Butuh Waktu Setahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mama Abdurrahman, memastikan upaya pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatra tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah di tahun 2026.
Maman mengatakan, ia mendapatkan tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk fokus terhadap pemulihan ekonomi UMKM yang terdampak bencana. Ia mengungkap, pemerintah membutuhkan waktu yang cukup untuk menangani pemulihan ekonomi UMKM terdampak bencana. Bahkan ia menyebut pemulihan ini tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua bulan saja.
"Berdasarkan prediksi kami dan setelah kami turun ke daerah, kita memprediksi butuh waktu kurang lebih satu sampai dua tahun untuk betul-betul membuat ekonomi Sumatra ini menjadi pulih kembali," kata Maman saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurut Maman, sebagai upaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi wilayah terdampak bencana, pemerintah membentuk Klinik UMKM Bangkit. Klinik ini tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Baca Juga
Anggaran Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatra Berpotensi Naik hingga Rp 74 Triliun
Ia memperinci, di Aceh sendiri tersebar di Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kemudian di Sumatra Utara, Klinik UMKM Bangkit dibentuk di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Medan. Sedangkan di Sumatra Barat, hanya dibentuk di Kota Padang.
"Kenapa dari jumlah ini yang paling banyak Aceh? Ya tentunya kita sudah sama-sama tahu karena memang dari tingkat keterparahan ataupun yang paling kena dampak itu adalah di Aceh," ungkap dia.
Pada momentum Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR itu, Maman menjelaskan Klinik UMKM Bangkit nantinya akan melakukan tiga layanan utama.
Pertama, adalah layanan pembiayanan. Layanan ini disebut oleh Maman akan memastikan pengusaha UMKM yang terdampak bencana akan mendapatkan relaksasi, akses kredit, dan kecukupan modal untuk kembali pulih.
Kemudian adalah layanan belanja produk lokal. Menurut Maman, layanan ini akan memastikan UMKM yang bergerak di sektor produksi akan mendapatkan akses pasar. Baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta ritel swasta.
"Dan yang ketiga adalah layanan produksi, memberikan alternatif solusi kepada pengusaha UMKM yang usahanya sepenuhnya tidak dapat berproduksi kembali. Artinya layanan inilah yang akan kita berikan kepada seluruh saudara-saudara kita yang ada di daerah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," ungkap Maman.

