Kinerja Melejit dan Aksi Korporasi Menguat, Antam (ANTM) Siap Gaspol pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menunjukkan kinerja operasional dan fundamental kuat sepanjang 2025, didukung tingginya permintaan komoditas emas dan nikel serta efisiensi biaya produksi. Perseroan juga menjalankan beberapa langkah korporasi penting yang berpotensi memperluas pangsa pasar dan mendorong kinerja jangka menengah–panjang.
Hingga 30 September 2025 dikutip Jumat (23/1/2026), ANTM mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 67% year-on-year (yoy) menjadi sekitar Rp 72 triliun, seiring kuatnya permintaan domestik dan global atas komoditas inti perusahaan seperti emas dan nikel.
Baca Juga
Target Kinerja Keuangan dan Harga Saham ANTM Direvisi Naik, Ini Sejumlah Faktor Pendorong
Laba bersih perusahaan melonjak 171,4% yoy menjadi Rp 5,97 triliun, sedangkan kontribusi penjualan domestik mencapai hampir 96% dari total pendapatan. Segmen emas tetap menjadi tulang punggung pendapatan dengan porsi sekitar 81%, diikuti nikel sekitar 15%, dan sisanya dari bauksit serta alumina. Margin laba konsisten tumbuh seiring efisiensi dan strategi pemasaran yang agresif.
Kinerja semester I 2025 juga mencatat lonjakan net profit hingga Rp 5,14 triliun, naik tajam dari periode yang sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan pendapatan dan penguatan margin operasi.
Pada Mei 2025, ANTM mengumumkan rencana ekspansi di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, termasuk pengoperasian custom product logam mulia dan fasilitas laboratorium. Langkah ini diproyeksikan mampu mendukung pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan secara berkelanjutan hingga 2029 dengan proyeksi Compound Annual Growth Rate (CAGR) pendapatan sekitar 11,87% dan laba bersih 13,8%.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Antam 12 Juni 2025, ANTM memutuskan membagikan dividen tunai sebesar 100% dari laba bersih tahun buku 2024, mencapai sekitar Rp 3,65 triliun. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat komitmen arah nilai jangka panjang dan kepercayaan diri manajemen terhadap kesehatan pendanaan perusahaan.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Terkoreksi Seusai Cetak Rekor Tertinggi
Per 23 Januari 2026, harga saham ANTM berada di kisaran Rp 4.220 per lembar dengan fluktuasi harian antara Rp 4.090–Rp 4.270 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kapitalisasi pasar tercatat di atas Rp 100 triliun, menunjukkan likuiditas dan minat investor yang solid.
Menurut analis InvestingPro, rata-rata target harga 12 bulan sekitar Rp 3.857–Rp 3.810 per saham. Target tertinggi hingga Rp 5.600. Target terendah sekitar Rp 2.100–Rp 2.500.
Secara keseluruhan, mayoritas analis memposisikan saham ini pada rating buy dengan beberapa target harga di atas harga saat ini, tetapi rata-rata target konsensus menunjukkan potensi downside moderat jika dilihat dari harga pasar saat ini.

