Dirjen Migas Pastikan RI Siap Stop Impor Solar, Shell Cs Wajib Beli dari Pertamina
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman memastikan Indonesia saat ini sudah tidak lagi melakukan impor solar. Pasalnya, seluruh kebutuhan solar dalam negeri dipenuhi dari produksi kilang nasional.
Laode menegaskan bahwa kebijakan penghentian impor solar berlaku untuk seluruh badan usaha, termasuk perusahaan swasta, seperti Shell, Vivo, hingga BP-AKR. Dengan tidak adanya impor produk solar, badan usaha diwajibkan membeli pasokan dari kilang dalam negeri.
“Semua. Beli di kilang Pertamina. Kan tidak ada kilang lain selain Pertamina dan TWU, kilang kecil,” ujar Laode di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga
RDMP Balikpapan Diresmikan, Bahlil Pastikan RI Stop Impor Solar, Termasuk SPBU Swasta
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap distribusi dan pasokan solar nasional semakin terjamin, sekaligus memperkuat peran kilang dalam negeri sebagai tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Laode menjelaskan, solar yang digunakan di dalam negeri terbagi ke dalam dua jenis, yakni solar dengan spesifikasi cetane number (CN) 48 dan CN51. Untuk CN48, kapasitas pengolahannya telah terpenuhi setelah rampungnya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik Pertamina. Sementara itu, solar CN51 masih akan impor hingga semester I 2026.
“Yang jelas, solar dalam negeri sudah tidak kita impor. Solar itu ada dua, CN48 dan CN51. Yang CN48 dengan RDMP Balikpapan sudah tuntas, yang C51 masih perlu penambahan unit operasi lagi,” papar Laode.
Dia menjelaskan, kebijakan penghentian impor solar dilakukan karena produk tersebut kini dapat diproduksi di dalam negeri, bukan lagi diimpor dalam bentuk produk jadi sebagaimana sebelumnya. “Sekarang produknya tidak akan ada yang diimpor. Dibikin di sini, dibikin di kilang nasional,” tegas dia.
Baca Juga
RDMP Balikpapan Diresmikan, Bahlil Pastikan RI Stop Impor Solar, Termasuk SPBU Swasta
Terkait pengembangan kilang, Laode menyebut peluang ekspansi kilang akan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan nasional, termasuk potensi pengolahan solar CN48 di Kilang Dumai.
Laode mengonfirmasi adanya potensi dan target pengembangan RDMP Dumai ke depan. Menurutnya, penguatan kapasitas kilang menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor produk BBM. “Ekspansi kilang itu selalu ada, karena yang diutamakan bagaimana meningkatkan kapasitas kilang agar bisa menyuplai kebutuhan dalam negeri,” ucap Laode.

