Soal Target Wisatawan 2026, Kemenpar Fokus Kualitas Destinasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimistis target kunjungan wisatawan pada 2026. Pemerintah menegaskan fokus utama pengembangan pariwisata nasional tidak lagi semata mengejar angka kunjungan, tetapi pada peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman berwisata.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah mengedepankan pendekatan quality over quantity dalam pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas destinasi dan layanan.
“Kita optimistis jumlah wisatawan bisa kita achieve tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi yang perlu diingat, kita tidak hanya bicara jumlah, tapi bagaimana kualitas dari destinasi dan kualitas dari pengalaman berwisata wisatawan itu yang sedang kita tingkatkan,” ujar Ni Luh di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, tren peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa waktu terakhir dapat dimaknai sebagai pulihnya kepercayaan dunia terhadap pariwisata Indonesia. Namun, Ni Luh mengakui masih terdapat sejumlah tantangan struktural yang perlu dibenahi secara berkelanjutan.
“Kalau kita bicara data, jumlah kunjungan mengalami peningkatan. Itu bisa kita asumsikan bahwa kepercayaan dunia untuk berwisata ke Indonesia pulih. Tapi ada beberapa hal yang memang menjadi tantangan,” katanya.
Baca Juga
Devisa Pariwisata Tembus US$ 13,82 Miliar, Menpar Klaim Daya Saing RI Menguat
Tantangan Pariwisata
Ni Luh juga menyoroti persoalan sampah, infrastruktur, dan konektivitas sebagai isu utama yang masih dihadapi sektor pariwisata. Untuk mengatasi persoalan sampah, pemerintah juga akan memulai pembangunan fasilitas waste to energy di tiga daerah pada Maret mendatang.
“Tahun ini Maret nanti, untuk masalah sampah, Pak Presiden juga konsen. Akan ada groundbreaking waste to energy di tiga daerah bersama BUMN,” ujarnya.
Selain itu, perbaikan konektivitas terus dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, sementara aspek keselamatan berwisata ditetapkan sebagai salah satu program prioritas Kemenpar pada 2026.
“Masalah keselamatan berwisata ini untuk menguatkan kembali kepercayaan dunia. Melalui pelatihan, koordinasi, perbaikan SOP, dan lain-lain, terus kita perkuat,” kata Ni Luh.
Wamenpar menegaskan, penguatan kualitas dari dalam menjadi kunci agar pertumbuhan pariwisata Indonesia berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi yang lebih besar.
Baca Juga

