Kejar Lifting Minyak 2026, Bahlil Sebut Sebagian Izin dari 40.000 Sumur Rakyat Sudah Keluar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan lifting minyak nasional melalui sejumlah langkah strategis.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melegalisasi dan mengaktifkan kembali sumur-sumur minyak milik masyarakat agar dapat berkontribusi langsung terhadap produksi nasional. Sekitar 40.000 lebih sumur rakyat, sebagian izinnya sudah keluar.
Bahlil menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan tiga metode utama untuk meningkatkan lifting minyak. Metode pertama dilakukan melalui reaktivasi sumur-sumur tua yang selama ini tidak beroperasi secara optimal.
“Nah bagaimana cara kita meningkatkan lifting? Kita meningkatkan program lifting dengan tiga metode. Yang pertama adalah sumur-sumur tua kita, kita tetap melakukan reaktivasi terus,” ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga
Bahlil Legalkan 45.000 Sumur Rakyat untuk Dongkrak Ekonomi dan Lifting Minyak
Selain itu, pemerintah telah mengeluarkan izin untuk legalisasi sumur-sumur minyak masyarakat. Dari lebih 40.000 sumur minyak masyarakat yang tersebar di berbagai daerah, sebagian telah mendapatkan izin resmi.
“Sekarang untuk 40.000 lebih sumur masyarakat, sebagian izinnya sudah keluar, seperti di Jambi, di Sumatra Selatan, dan sekarang di Jawa Tengah. Kita percepat proses perizinannya agar mereka juga bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting,” jelas dia.
Berikutnya, metode kedua yang ditempuh adalah melalui intervensi teknologi untuk meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan minyak yang ada. Menurut Bahlil, penerapan teknologi tersebut saat ini berjalan dengan baik dan terus dioptimalkan.
Sementara itu, metode ketiga dilakukan dengan mempercepat pengembangan lapangan-lapangan minyak yang telah menyelesaikan plan of development (POD). Pemerintah telah memanggil seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk memastikan percepatan realisasi produksi dari proyek-proyek tersebut.
Baca Juga
Kunjungi Sumur Rakyat di Banyuasin, Bahlil: Arahan Presiden untuk Sejahterakan Rakyat
“Yang ketiga adalah bagaimana POD-POD yang sudah selesai kita lakukan percepatan. Ini kita sudah panggil semua KKKS,” tegas Bahlil.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap peningkatan lifting minyak nasional dapat tercapai secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak.
Diketahui, target lifting minyak nasional yang tercantum dalam RAPBN 2026 sebesar 610.000 barrel oil per day (BOPD).

