7.000 Sumur Minyak Rakyat Bisa Tambah 'Lifting' 15.000 BOPD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melakukan penataan sumur minyak yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat (ilegal). Diharapkan, penataan ini akan menambah lifting minyak nasional.
Ada lebih 7.000 sumur minyak yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat yang diproyeksikan menyumbang lifting minyak 10.000-15.000 barrel oil per day (BOPD) atau lebih.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebutkan, penataan sumur ilegal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengolahan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas).
“Dengan tidak tercatatnya produksi yang dilakukan oleh masyarakat ini, dari sisi lifting tidak tercatat. Jadi ada potensi penerimaan negara juga di dalam kegiatan yang dilakukan masyarakat,” kata Yuliot dalam konferensi pers di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Baca Juga
ESDM Beberkan 4 Fakta di Balik Penertiban Sumur Minyak Rakyat
Berdasarkan data Kementerian ESDM, saat ini terdapat lebih 7.000 sumur minyak yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Sumur-sumur tersebut diproyeksikan dapat menyumbang lifting minyak 10.000-15.000 barrel oil per day (BOPD) atau lebih.
“Jadi untuk prediksi dengan adanya pemberian legalitas dan juga ini akan tercatat sebagai lifting, kita mengharapkan tambahan lifting-nya itu adalah sekitar 10.000 sampai dengan 15.000 barel per hari,” beber Yuliot.
Bukan hanya itu, penataan sumur minyak masyarakat juga diperkirakan bakal menyerap 200.000 tenaga kerja. Hal ini mengingat banyak masyarakat yang menjadikan sumur ilegal sebagai mata pencaharian.
Baca Juga
Jurus Jitu Bahlil Hadapi Badai Geopolitik dan Tantangan Harga Minyak Dunia
“Ini menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Di beberapa wilayah, kami sudah melakukan identifikasi, ternyata ini 20% dari masyarakat yang ada di suatu wilayah itu justru bekerja di sumur-sumur minyak masyarakat ini,” ujar dia.
Yuliot menegaskan, pemerintah bakal melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan target lifting 1 juta BOPD pada 2029-2030 mendatang. Sementara saat ini lifting minyak nasional masih berada di angka 580.000-600.000 BOPD.
“Jadi yang kami sampaikan tadi upaya peningkatan produksi migas dalam negeri kita. Berarti kita harus meningkatkan sekitar 400.000 barel per hari,” sebut Yuliot.

