Bagikan

Volume Truk ODOL di Tol Turun 37% dan Jalan Arteri Berkurang 64% Selama Nataru 2025

Poin Penting

Pembatasan Nataru menekan volume truk ODOL di jalan tol dan arteri.
Angkutan barang di tol turun 37 persen selama periode Nataru.
Sebanyak 8.678 kendaraan angkutan barang dialihkan di 17 ruas tol.

JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kebijakan pembatasan operasional angkutan barang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) berdampak pada penurunan volume kendaraan over dimension over load (ODOL) di jalan tol dan jalan arteri.

"Selama pembatasan yang berlaku pada 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sebanyak 8.678 kendaraan angkutan barang dialihkan di 17 ruas jalan tol," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dalam rapat bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dudy menjelaskan, penerapan kebijakan tersebut menekan volume kendaraan angkutan barang golongan III–V di jalan tol sebesar 37%, dari 516.000 kendaraan menjadi 325.000 kendaraan. “Sementara di jalan arteri, volume angkutan barang menurun 64%, dari 8.995 kendaraan menjadi 2.853 kendaraan,” ujarnya.

Baca Juga

Menko AHY Ungkap Zero ODOL Mampu Tarik Investasi Hingga Rp 50 Triliun

Terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyebutkan masih terdapat sejumlah catatan dalam penyelenggaraan angkutan Nataru, termasuk pengawasan pembatasan angkutan barang.

“Beberapa aspek tetap menjadi perhatian, terutama keselamatan, kelancaran arus lalu lintas, serta kesiapan sarana dan prasarana,” kata Aan dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Meski demikian, ia menegaskan pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan sesuai rencana. “Pelaksanaan angkutan Nataru berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali sesuai kebijakan serta rencana operasi yang disusun,” tegas Aan.

Ilustrasi Truk Pengangkut Semen (Foto: PT MPX Logistics International Tbk) (-)
Source: PT MPX Logistics International Tbk

Sementara itu, Sekretaris Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Rizal mengungkapkan, evaluasi BKT menunjukkan pergerakan angkutan penyeberangan selama Nataru meningkat 35,05% dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan angkutan jalan turun 5,11%.

“Kecepatan rata-rata kendaraan di ruas tol Jakarta–Semarang meningkat dari 81,54 km/jam menjadi 85,69 km/jam,” tutur Rizal.

Baca Juga

Kemenhub Bentuk Tim Percepatan Penanganan Kendaraan ODOL

Di sisi lain, Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin menyampaikan terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sebesar 7,20% atau 247 kejadian. “Korban meninggal dunia menurun sebanyak 150 orang atau 27,12%,” pungkas dia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024