Perluas Akses Pasar Ekspor RI, Kemendag Gelar Jejaring Bisnis dengan 6 Negara Mitra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyelenggarakan kegiatan jejaring bisnis atau business networking berupa diskusi langsung antara empat pelaku usaha Indonesia dan perwakilan kedutaan besar dari enam negara mitra. Keenam negara mitra tersebut, yaitu Yordania, Nigeria, Pakistan, Amerika Serikat, Sudan, dan Iran.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi menjelaskan, jejaring bisnis ini ditujukan untuk memperluas akses pasar ekspor produk-produk Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor dan mampu bersaing di pasar global.
“Melalui penyelenggaraan kegiatan jejaring bisnis ini, Kemendag menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memfasilitasi para pelaku usaha nasional agar mampu bersaing di pasar global serta meningkatkan kontribusi ekspor Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Fajarini dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Keempat perusahaan unggulan Indonesia turut berpartisipasi, yakni PT Herisa Dwi Sejahtera, Moonbizt Oathentic.id, PT Victoria Care Indonesia Tbk, dan PT Mula Dravya, dengan memaparkan potensi produk yang telah memenuhi standar global.
Baca Juga
Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Wicaksono Putro menyebutkan, jejaring bisnis merupakan forum strategis untuk memperkuat konektivitas pelaku usaha nasional dengan pasar global. Menurutnya, pelaku usaha Indonesia dapat memperoleh pemahaman mengenai karakteristik serta regulasi pasar negara tujuan.
Bayu memaparkan, sesi diskusi dalam jejaring bisnis tersebut menghasilkan sejumlah masukan strategis dari para diplomat negara mitra, khususnya terkait peluang ekspansi ke pasar Afrika, Amerika, dan Timur Tengah. Mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi teknis produk makanan dan minuman, terutama untuk memasuki pasar Yordania.
Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk menjalin komunikasi aktif dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) sebagai upaya memperkuat kerja sama bisnis dan memperkuat koneksi kerja sama internasional. Mengembangkan variasi produk juga keluar sebagai saran untuk mempermudah penetrasi global.
“Melalui forum ini, eksportir Indonesia dapat mempresentasikan produk unggulannya secara langsung sekaligus memperoleh masukan mengenai karakteristik dan regulasi pasar negara tujuan,” tutur Bayu.

