Program Beras SPHP Dilanjutkan, Warga Bisa Beli 5 Pack Mulai Februari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2026 akan mulai dilakukan pada Februari 2026. Untuk pelaksanaan SPHP beras tahun 2026, Bapanas tengah menggodok pemutakhiran dan penajaman petunjuk teknis.
Salah satunya adalah dengan memperlebar batas maksimal pembelian beras SPHP dari semula 2 pak atau 10 kilogram (kg) per konsumen menjadi 5 pak atau 25 kg per konsumen.
"Selanjutnya di Februari 2026 ditargetkan mulai salur SPHP beras tahun 2026 hingga Desember mendatang," ungkap Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/1/2026).
Sementara itu, untuk Januari 2025 ini, pemerintah masih melanjutkan realisasi penyaluran beras SPHP pada 2025. Adapun perpanjangan SPHP beras 2025 tersebut dimungkinkan melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).
Baca Juga
Jabat Kepala Bapanas, Amran Sulaiman Targetkan Swasembada Pangan dalam 2-3 Bulan
Bapanas memastikan program SPHP beras tahun 2025 telah berjalan di awal Januari 2026 usai Kementerian Keuangan memberikan persetujuan RPATA. Dalam laporan per 15 Januari, Perum Bulog telah mencatatkan progres realisasi penjualan beras SPHP hingga 15 ribu ton untuk Januari ini saja.
"Jadi program SPHP beras tahun 2025 dipastikan masih berlanjut di Januari 2026. Tidak ada jeda," terangnya.
Berdasarkan data Bapanas, realisasi penjualan beras SPHP tahun 2025 sampai 15 Januari 2026, totalnya telah mencapai 817,2 ribu ton. Ini berarti selama masa perpanjangan SPHP beras 2025 sampai medio Januari 2026 telah berprogres hingga mendekati angka 15 ribu ton.
Menilik Panel Harga Pangan Bapanas, per 15 Januari 2026, rerata harga beras medium secara nasional untuk Zona 1 masih cukup stabil dengan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Zona 1 berada di Rp 13.270 per kilogram (kg) atau 1,7 persen di bawah HET beras medium Zona 1 yang ditetapkan di Rp 13.500 per kg.
Baca Juga
Penyaluran Beras SPHP Baru 29,24%, Bapanas Soroti Masalah Persaingan Harga

