Bagikan

Menekraf Siapkan 'Indonesian Wave' lewat Penguatan IP Lokal agar Tembus Pasar Global

Poin Penting

Pemerintah menargetkan IP lokal naik kelas dari nasional menjadi global.
Strategi Indonesian Wave dijalankan lewat kolaborasi lintas sektor dan daerah.
WCCE 2026 di Jakarta jadi etalase ekonomi kreatif Indonesia ke dunia.

JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menargetkan ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi mampu menembus pasar global. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut strategi ini sebagai upaya membangun 'Indonesian Wave' melalui penguatan intellectual property (IP) lokal.

Menurut Teuku Riefky, tugas utama kementeriannya adalah menumbuhkan IP lokal agar naik kelas dari pasar nasional ke pasar global. Strategi ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan BUMD. “Tugas kami adalah mencari local hero dari 17 subsektor ekonomi kreatif untuk masuk ke national market, lalu kami dorong menjadi national champion untuk go global,” kata Teuku Riefky di Trans Hub, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga

RedDoorz Gandeng Kemenekraf dan Baznas Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Politisi Partai Demokrat itu mencontohkan sejumlah IP lokal yang kini telah berkolaborasi dengan merek dan IP internasional, mulai industri hiburan, musik, hingga transportasi. Kolaborasi ini dinilai efektif memperluas eksposur karya kreatif Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya (investortrust/Saliki Dwi Saputra)

“Kalau orang sering bertanya bagaimana Indonesia bisa, seperti Korean Wave, maka tugas yang diberikan presiden kepada kami adalah bagaimana Indonesian Wave ini tidak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi masuk ke pasar global,” ujarnya.

Sebagai pengingat, pemerintah juga akan membawa ajang internasional World Conference on Creative Economy (WCCE) ke Jakarta pada Oktober 2026. Konferensi ini akan dihadiri sekitar 50 negara dan menjadi etalase ekonomi kreatif Indonesia di tingkat dunia. “Kalau sebelumnya pernah di Bali, pada 2026 kita bawa ke Jakarta, sejalan dengan visi Jakarta sebagai global city,” kata Teuku Riefky.

Baca Juga

Menekraf Resmikan Tahilalats Station di MRT Dukuh Atas, Simpul Transportasi Tersibuk Jakarta

Selain konferensi internasional, pemerintah mendorong Jakarta menjadi pusat industri film dan konten kreatif nasional. Sejumlah film nasional, termasuk animasi dan film anak, disiapkan untuk diluncurkan dan dipromosikan dari Jakarta. “Ini bagian dari upaya kita membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global,” tutup dia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024