Indonesia Akan Perluas Kerja Sama Bisnis dengan Pakistan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, minyak kelapa sawit merupakan komoditas utama ekspor Indonesia ke Pakistan dan berperan penting dalam menjaga hubungan perdagangan kedua negara.
Ke depan, Indonesia juga membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas dengan Pakistan di luar minyak sawit, antara lain melalui pembentukan usaha patungan (joint venture) di sektor pemurnian dan pengolahan (refining and processing).
“Peluang kerja sama tersebut juga mencakup kemitraan investasi di sektor logistik, penyimpanan, dan infrastruktur pelabuhan, kolaborasi pada minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari, serta kerja sama sertifikasi halal dan harmonisasi standar," ucap Wamendag saat menghadiri Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, memahami bahwa kemitraan perdagangan jangka panjang bergantung pada keandalan, transparansi, dan keberlanjutan. Oleh karena itu, sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia berkomitmen memperkuat produksi minyak sawit berkelanjutan melalui penguatan perlindungan lingkungan, penegakan kepatuhan hukum, serta tata kelola
Wamendag Roro menambahkan, komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), peningkatan keterlacakan (traceability), dan modernisasi industri. Tidak hanya itu, Indonesia memberikan dukungan bagi petani kecil guna mendorong pertumbuhan yang inklusif di sepanjang rantai nilai minyak sawit.
Dia menilai, berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan Indonesia tidak dimaksudkan untuk membatasi perdagangan, melainkan untuk memastikan minyak sawit Indonesia tetap kompetitif, bertanggung jawab, dan dapat diterima di pasar global.
"Komitmen Indonesia untuk tetap menjadi pemasok minyak sawit yang andal dan stabil bagi Pakistan di tengah dinamika global. Indonesia berupaya memastikan kebutuhan minyak sawit Pakistan dapat terpenuhi secara konsisten, terprediksi, dan transparan dalam jangka panjang," imbuhnya.
Baca Juga
Indonesia Pasok Hingga 89% Impor Sawit Pakistan, Kerja Sama Dagang Produk Sawit Diperkuat

