Percepat Agenda Transisi Energi di RI, Pertamina Gandeng Raksasa Tiongkok
Poin Penting
|
SUZHOU, Investortrust.id – PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menandatangani nota kesepahaman dengan GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd, perusahaan global di bidang energi bersih asal Tiongkok, untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia sebagai bagian upaya mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional. Kesepakatan ini menegaskan langkah strategis subholding PT Pertamina (Persero) dalam memperluas kolaborasi global di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
Kesepakatan itu diwakili Chief Executive Officer Pertamina NRE John Anis dan Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi. Kerja sama yang ditandatangani di kantor GCL Intelligent Energy di Suzhou pekan lalu ini membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia.
Baca Juga
Pertamina NRE Bangun PLTS 'Offgrid' 400 kWp di Pulau Terluar
John Anis menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih berkelanjutan. “Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Di sisi lain, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE. Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global.
"GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT,” ujar Fei Zhi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek yang telah diterapkan perusahaan asal Tiongkok tersebut.
Baca Juga
Pertamina NRE Dorong Model Bisnis Adaptif untuk Komersialisasi Energi Bersih, Ini Strateginya
Pertamina NRE menilai pemanfaatan teknologi waste to energy dan integrasi energi surya dengan penyimpanan energi menjadi salah satu solusi penting dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus kebutuhan listrik yang terus meningkat di Indonesia. Model bisnis dan teknologi yang dikembangkan GCL dipandang relevan untuk diadaptasi sesuai dengan karakteristik pasar dan regulasi nasional.
Perusahaan optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia. Langkah ini juga memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional.

